Ian Fleming : Pencipta Agen 007

Sebenarnya sosok Ian Fleming tidak berbeda jauh dari tokoh James Bond yang hidup penuh kemewahan dan glamour, ia menyukai wanita cantik, mobil mewah dan minuman. Kebiasaan ini ia lakukan mulai sejak era 1950-an.
Sebenarnya sosok Ian Fleming tidak berbeda jauh dari tokoh James Bond yang hidup penuh kemewahan dan glamour, ia menyukai wanita cantik, mobil mewah dan minuman. Kebiasaan ini ia lakukan mulai sejak era 1950-an.
Tahun 1982 Dolby Laboratries Inc. mulai memberikan lisensi yang membolehkan sistem audio surround untuk konsumsi perangkat rumah seperti perangkat VCR VHS/Beta. Dolby Surround merupakan trade mark yang menunjukkan bahwa sistem audio dari rekaman audio/video tersebut telah mengadopsi sistem ini. Dolby Surrond adalah standar format rekaman audio yang meng-encode 4 kanal suara (terdiri dari left, right, center dan surround) menjadi 2 kanal stereo. Seiring dengan itu, sistem Dolby Pro Logic adalah decoder yang di adopsi oleh banyak perangkat pemutar untuk men-decode 2 trek stereo tersebut menjadi empat kanal suara left, right, center dan surround. Tanpa decoder, format Dolby Surround yang terdengar adalah seperti kualitas stereo biasa. Walaupun kadang ada sistem yang dilengkapi dengan 5 speaker, namun 2 speaker surround-nya merupakan satu kanal surround mono.
Dolby Pro Logic II
Sistem ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Dolby Pro Logic (yang dikenal juga dengan Dolby Pro Logic I). Bedanya, sistem Dolby Pro Logic II dapat men-decode 5 kanal surround (left, right, center, left surround dan right surround) dari rekaman stereo.
Dolby Digital 5.1
Pada tahun 1984 Dobly mengembangkan standard encoding digital kanal audio yang dinamakan format AC1 (audio coder 1). Format ini diadopsi oleh beberapa penyelengara broadcast tv satelite dan tv cable. Kemudian di kembangkan format AC2 dengan kualitas audio yang lebih baik. Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan chip DSP, kemudian Dolby Laboratories mengembangkan Dolby AC3 di tahun 1992 yang menjadi cikal dari sistem surround Dolby Digital 5.1 atau disebut singkat dengan Dolby Digital (di singkat DD). Dahulu sistem ini disebut juga dengan Dolby SRD (Spectral Recording Digital). Konfigurasi 5.1 memiliki 6 kanal suara yang terpisah. Dinamakan demikian, sebab pada sistem audio ini ada terdapat 5 kanal utama ( right, center, left, right surround, left surround) dan satu kanal dengan notasi 0.1 yaitu kanal efect yang disebut LFE (Low Frequency Effect). Pada prakteknya kanal effect ini di realisasikan dengan sub-woofer, untuk mem-visualisasikan suara efek seperti suara bom, gemuruh gempa dan hentakan kaki dan sebagainya. Namun pengertian kanal LFE tidak mesti sama dengan sub-woofer, sebab LFE membawa informasi fraksi dari frekuensi-frekuensi rendah yang bisa saja dibagi ke speaker surround kanan dan kiri. Besar data rate digital pada sistem DD adalah 384 kbps sampai 448 kbps dengan sampling 48 KHz.
DTS Digital
Tahun 1992 merupakan tahun yang penting buat perkembangan sistem DTS. Saat itu mereka dapat meyakinkan Steven Spielberg melalui demonstrasi format ini yang dimainkan dari rekaman yang disimpan dalam hardisk. DTS kemudian diadopsi untuk film box office
Sistem SDDS (Sony Dinamic Digital Sound) dari Sony ini memiliki 6 atau 8 kanal suara (right, left right center, center, left center, sub woofer, right surround dan left surround). Beberapa film layar lebar menggunakan format SDDS terutama film-film produksi Sony Entertainment. Reader dan decoder khusus untuk ini di tambahkan pada proyektor pemutar film. Format SDDS sampai saat ini secara eksklusif hanya ada untuk film bioskop saja dan belum di adopsi untuk konsumen rumah. Tentu saja hingga kini SDDS belum di-support oleh banyak pemutar DVD/ home theater.
THX bukanlah suatu standard format rekaman suara, melainkan standard bagaimana sistem audio video yang baik dapat dihasilkan. THX merupakan lembaga sertifikasi kualitas performansi audio pada suatu ruangan. Lembaga ini digagas oleh Lucas Films dan nama THX diambil dari film Lucas pertama yang berjudul 'THX 1138'. Nama Tomlinson Holman yang kala itu selaku direktur teknik Lucas film, bersama timnya tahun 1980an adalah pionir yang menetapkan cikal dari standard THX saat ini.
Untuk sistem audio, sertifikasi lebih ditujukan pada desain tata ruang, isolasi, desain akustik, serta pemilihan dan penempatan sistem audio. Ada dua jenis sertifikasi, yang pertama dinamakan THX Ultra untuk ruangan sekelas cinepleks atau theater dan yang kedua THX Select untuk ruangan kecil seperti home theater. Sertifikasi ini tentu akan menambah biaya produksi dari satu film atau perangkat yang mendapat sertifikat. Namun pinsipnya ada harga tentu ada kualitas.
Penutup
Paparan ini terlepas dari pro dan kontra tentang mana sistem audio surround yang lebih baik. Format-format yang berbeda tentu memiliki karakteristik yang berlainan, serta menawarkan ruang bagi para sinemator berkreasi memvisualisasikan audio untuk mendukung cerita yang diinginkan. Kualitas suara dan efeknya yang sampai ke telinga penonton masih tergantung dari kualitas tata ruang, akustik dan lain sebagainya. Sejauh ini ada 4 format audio yang selalu ada dalam satu rekaman film diantaranya, DD, DTS dan SDDS dan Stereo Analog standard. Untuk film layar lebar informasi audio (salah satu atau ke-empatnya) di print di pinggir film seluloid tersebut. Terkadang ada dua judul film yang sama dibuat dengan rekaman audio yang berbeda. Tulisan di atas masih menyisakan pokok bahasan tentang format surround yang muktahir. Diantaranya adalah format 6.1 dan 7.1 dengan DD EX (Extended), DTS ES (Extended Surround) dan DTS 96-24. Bagi konsumen, perbedaan format-format tersebut menjadi pertimbangan untuk memiliki sistem yang saling kompatibel.
oleh :
Referensi :
Rating 3/5
[ini Copi-paste dari salah satu milis]
Ratapan itu memang syah, layak, dan benar. Karena yang mereka ratapi itu adalah tangan besi produser bahwa mereka harus membawakan lagu-lagu kayak gituan. Supaya duit produsernya bisa cepat kembali, katanya.
Judul --------:Eagle Eye
Pemain ------: Shia Labouf, Michelle Monaghan, Billy Bob Thornton, Rosario Dawson
Sutradara ---: DJ Caruso
Penulis ------: Dan McDermott, John Glen, Travis Wright
Music Score- : Brian Tyler
Genre -------: Action/Mistery/Thrillet techno
Durasi -------: 118 Menit
Rilis ---------: 15 Oktober (
Produksi ----: Dreamwork
Judul ----------- : Body Of Lies
Pemain ---------: Leonardo de Caprio, Russel Crowe, Mark Strong
Sutradara ------ : Ridley Scott
Penulis ---------: William Monahan
Musik Score ----: Mark Streitenfeld
Genre ----------: Action/Drama/Thriller Spionase
Durasi ----------: 128 Menit
Rilis ----------- : 10 Oktober 2008 (
Produksi -------: Warner Bros
Dikisahkan Roger Ferris (Leonardo De caprio) seorang agen intelejen lapangan CIA yang ditugaskan di Timur tengah . Karena kepiawaian ferris dalam mengungkap jaringan teroris di timur tengah maka ia diangkat oleh atasannya yang merupakan veteran CIA untuk kawasan timur tengah yakni Ed Hoffman (Russel Crowe) menjadi kepala Agen CIA di Yordania. Dalam memudahkan bekerja Ferris tidak sendirian, dia dibantu penduduk lokal yang ia percayai. Selama bekerja itu pula Ferris harus selalu berkomunikasi intensif dan harus saling tukar informasi dengan atasannya itu.
Tugas berikutnya ferris harus menangkap salah satu gembong teroris Al Saleem (Alon Abutbul), tidak mudah memang. Untuk itu ia harus bekerjasama dengan Agen intelejen yordania Hani (Mark Strong). Hani minta syarat, selama operasi ini berlangsung harus saling mempercayai dan saling tukar informasi. Tanpa sepengetahuan Ferris maupun Hani, Hoffman melakukan operasi pengintaian sendiri sehingga hal ini membuat marah Hani dan kerjasama diputus secara sepihak. Hal ini membuat Ferris kecewa dan merasa dihianati Hoffman, kelemahan ferris disini merupakan tokoh yang plin-plan dan beberapa kali dibohongi atasannya. Konflik makin pelik setelah pacar Ferris, Aisha (Golshifteh Faharani) terlibat. Ditengah ketidakpercayaan tim dapatkah Ferris bisa menangkap Al Saleem?
Trust no one. Deceive everyone
Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya seorang kolumnis Washington Post David Ignatius. Film yang bergenre spionase disutradarai Ridley Scott yang sukses sebelumnnya dengan Blade Runner, Alien, Gladiator, Black Hawk down, dan American Gaster mencoba mengangkat kinerja para intelegen amerika yang bertugas ditimur tengah yang penuh dengan ketidakpercayaan, kecurigaan dan konspirasi. Menurut saya, film ini tidak terlalu istimewa masih lebih baik untuk film-film yang saya sebutkan diatas.
Ini merupakan pertemuan kedua aktor de caprio dan crowe setelah di Quick & Dead. Saya lihat acting antara de caprio dan crowe tidak memberikan chemistry yang cukup kuat. De caprio masih lebih baik di Blood Diamond terlebih crowe aktingnya terasa datar malah cendrung buruk. Justru akting yang paling bagus diperlihatkan oleh aktor mark Strong.
Berbeda dengan film lain sejenisnya Body of lies menyuguhkan pandangan baru tentang islam dari kacamata barat, Penulis skenario william monahan cukup detail perihal gambaran tersebut seperti salah satu dialog Ferris terhadap salah satu teroris kurang lebih seperti ini "Tidak ada tempat di Al Quran bagi pembunuh atau pelaku bunuh diri". Selain itu film ini lebih menonjolkan dialog dan kekuatan akting para pemerannya daripada adegan tembak-tembakan atau kejaran-kajaran. tapi sayang kekuatan skenario tidak diperankan secara bagus oleh para pemainnya.
Namun ada satu kelemahan dari sisi cerita dengan masuknya unsur romantisme atau percintaan antara Ferris dan Aisha yang terkesan dipaksakan. Bagaimana seorang intelejen profesional mau mengorbankan diri dan timnya hanya karena seorang wanita yang baru dikenalnya. yah... inilah gaya film hollywood.
Rating 3,5/5
The Raid Trailer v.2 from Merantau Films on Vimeo.
E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.