Minggu, 17 Januari 2010

HARI UNTUK AMANDA

Dilembaran baru di tahun 2010 diawali dengan menonton sebuah film karya anak bangsa berjudul " Hari Untuk Amanda" film yang bergenre drama percintaan. Dan untuk pertama kalinya pula nonton karena terpaksa. lho kenapa?.... Sebenarnya saya tidak tertarik untuk menonton film ini, tapi berhubung diwajibkan oleh perusahaan tempat saya bekerja..wait!!! lho apa urusannya kantor mewajibkan karyawannya menonton film ini?... yup urusannya untuk mendukung promo film tersebut karena yang bikin salah satu anak perusahaan tempat saya bekerja... tapi okelah anggap saja tugas kerja lagian dibayarin lagi....

Amanda yang menjadi tokoh sentral di film ini adalah seorang gadis cantik tapi plin-plan yang sebentar lagi akan dinikahi pacarnya yang bernama Doddy. Karena kesibukan kerjanya Doddy tidak bisa membantu Amanda mempersiapkan pernikahannya. Di saat itu munculah mantan pacar Amanda yang bernama Hari yang telah dipacarinya selama 8 tahun dan siap menemani Hari-harinya Amanda mempersiapkan pernikahannya... di saat itu pulalah keplin-planan seorang wanita muncul ..

Saya sendiri tidak bisa menilai film ini apa bagus atau tidak, atau setidaknya bisa terhibur.. saya rasa tidak...... yang dirasakan hambar ibarat makan sayur tanpa garam, kalo orang sunda bilang Tiis Jeung cemplang".

Read More..

Minggu, 13 Desember 2009

Mary & Max.


Bermula dari sebuah kisah bersetting tahun 1976 tentang persahabatan antara seorang gadis kecil berusia 8 tahun bernama Mary Daisy Dingkle dengan seorang pria bernama Max Jerry Horovitz yang berusia 44 tahun.

Mary Dingkle tinggal dipinggiran kota Melbourne, Australia. Dia seorang gadis yang kesepian, aktivitas sehari-harinya menonton serial Noblet di TV dan hobby minum susu kental manis. Ayahnya seorang buruh pabrik dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang alkoholic.
Max Horovitz adalah pria Amerika keturunan Yahudi yang tinggal sendirian di wilayah pemukiman kumuh Kota New York, dia mengalami Sindrom Asperger (kalo tidak salah merupakan Autis tanpa disfungsi bahasa), hari-harinya dihabiskan dengan menonton serial TV Noblet dan hobby-nya makan Hot Dog Coklat.


Suatu hari mary menemani ibunya ke sebuah kantor pos, sambil menunggu mary membolakbalikan sebuah buku telepon dan secara acak di menunjuk sebuah nama untuk dijadikan teman pena, yaitu : max Jerry Horovitz. Sesampai di rumah dia mulai menulis surat dan persahabatan beda generasi dan beda benua dimulai. untuk pertama kalinya Max begitu senang disurati oleh sorang gadis kecil. Ternyata persahabatan yang dijalin hanya melalui surat yang berlangsung kurang lebih 20 tahun mengalami pasang surut. Kadang masin-masing setelah membaca surat mengalami stress, depresi, marah, kecewa dan sedih. yah itulah namanya persahabatan tidak selalu indah..


Ditengah gempuran studio besar seperti Pixar ataupun Walt Disney yang banyak menyuguhkan cerita yang mainstream penuh dengan keceriaan yang digambarkan dengan warna warni yang cerah, film animasi karya Sutradara Adam Elliot ini berbeda dibuat berdasarkan kisah nyata dengan teknik Stop motion Clay Animation. menggambarkan penceritaan yang sederhana dan menyentuh bahkan penuh getir dengan dialog-diaolog yang natural tapi tajam. Desain karakter yang sederhana dan unik. Penggambaran warna abu-abu yang dominan untuk setting max sedangkan untuk mary dominan coklat, hal ini mewakili gambaran perasaan tokohnya yang cendrung kesepian, rendah diri, muram, bimbang dan penuh kekecewaan. Ada plot hole yang saya lihat adalah perubahan secara fisik tokoh Max dari usia 44 tahun dengan usia 20 tahun kemudian tidak ada perubahan, tapi itu masih bisa termaafkan. Tokoh max diisi suara dengan bagus oleh aktor watak Philip Seymour Hoffman sedangkan Mary kecil oleh Bethany Whitmore dan mary dewasa oleh Toni Collette. Sayang film animasi ini sangat tidak cocok untuk dikonsumsi anak-anak.

Memorabel Scene : Saat Mary akan melakukan gantung diri sambil menyanyikan lagu Que Cera Cera...

Rating : 8,5/10

Read More..

Selasa, 01 Desember 2009

REC 2


Sukses menjadi film terlaris di spanyol sepanjang tahun 2007, tahun 2009 dibuat sequelnya dan tahun 2008 hollywood me-remake film ini dengan judul Quarantine. Di film pertama dikisahkan hilangnya seorang reporter TV dalam sebuah apartemen yang dikarantina oleh Departemen Kesehatan yang disinyalir terdapat virus ganas yang merubah penghuninya menjadi monster. Di REC 2 dikisahkan 4 orang anggota SWAT dibantu oleh seorang dokter masuk dalam apartemen tersebut untuk menyelidiki apa yang terjadi. Ternyata dibalik itu sang dokter mempunyai misi khusus yaitu ....eitss…SPOILER…
Temanya biasa dan sederhana tetapi sutradara Jaume Belaguero dan Paco plaza berhasil membangun ketegangan yang mencekam dan kengerian dengan pola pengambilan gambar handheld atau mungkin Head Cam dimana kameranya diletakan di helm salah satu anggota SWAT. Walau dengan gambar bergoyang-goyang dan beberapa kali kameranya jatuh sehingga penonton bisa melihat dengan posisi miring, saya masih bisa menikmati dan tidak sepusing seperti di film Cloverfield. Seolah penonton “diajak” untuk ikut serta dalam teror yang mencekam yang ditebar manusia ganas.
Saya menonton di INAFFF di Blitz PVJ Bdg, engga nyangka sold Out…beruntung pas datang saya dpt 1 tiket terakhir padahal datang 2 jam sebelum main. 90% adalah penonton ABG dan saya yang termasuk 10% he..he...(Berasa banget kalo udah tua) Gilanya Penontonnya ekspresif banget.. setelah film selesai penonton memberikan appluse. (jadi inget waktu kecil nonton dimisbar). Kayak gini enaknya kalo nonton film di event festival, filmnya bagus atau jelek penonton tetap apresiatif.

Languange : Spain

Subtitle.......: English

Rating.........: 7,5/10




Read More..

Sabtu, 14 November 2009

Festival Film Eropa 2009


Beberapa hari yang lalu saya sempatkan menyaksikan 2 film di event Festival Film Eropa 2009 :

1. BEST EUROPEAN SHORTS 2
merupakan kumpulan beberapa film pendek terbaik se-eropa yang terdiri dari lima film (Dogum, Alba, Sand, Traffic, dan Hey SOS), yang terakhir saya tidak sempat nonton. keempat film tersebut mempunyai gaya penceritaan secara personal.

Dogum (turki)
Dogum artinya kelahiran. film ini menceritakan sisi psikologis pasca melahirkan dari seorang ibu muda. mengalami keterangsingan dalam menghadapi lingkungannya bahkan terhadap bayinya sendiri. seharusnya momen ini menjadi bagian yang terindah dan tak terlupakan dalam kehidupannya.

Alba (Italia)
Alba adalah sebuah dongeng indah yang terjadi di masa kini. Bahkan di sudut tergelap dunia. Selalu ada masa depan yang lebih baik jika kita percaya dan mau berjuang. Film pendek ini secara cerdas mengkombinasikan film dan animasi yang menggambarkan mimpi-mimpi seorang anak yang sedang sakit. Suasana rumah sakit yang suram berubah suasana penuh dengan warna-warni dan petualangan. film yang minim dialog bisa dikomunikasikan dangan baik ke penonton lewat permainan animasi yang sederhana dan scoring yang bisa menggambarkan suasana hati si anak.

Sand (Belanda)
Tema yang sangat umum. bercerita soal kedekatan seorang gadis kecil yang bernama isabel dengan ayahnya bernama Luuk yang berprofesi sebagai supir truk, dimana luuk dengan istrinya telah bercerai. pada suatu hari luuk dihadapkan pada situasi yang baru dan tak terduga, ia kehilangan kontrol.

Traffic (Rumania)
Seorang eksekutif muda terjebak dalam kemacetan lalu lintas menuju sebuah rapat bisnis. ia punya waktu 20 menit, daripada terbuang percuma dia manfaatkan untuk mengirim foto diri ke anaknya dan mentrakatir seorang gadis penjual soft drink secangkir kopi di sebuah kedai.


2. TELSTAR (Inggris)
kisah nyata yang lebih aneh dari fiksi mengenai jatuh bangunnya pionir pop inggris yang diungkapkan secara satiris dari sisi kehidupan seorang Joe Meek. Berlatar belakang dunia musik sebelum masa keemasan group legendaris the beatles di awal atahun 1960-an. Meek memulai kariernya dengan memprodukasi lagu hitnya yang dipopulerkan lewat group band the Tornados. Salah satu lagunya, Telstar berhasil membakukan penjualan terbesar di masanya dan lagu inggris pertama yang menduduki peringkat nomor satu di tangga lagu Amerika serikat. Joe Meek yang diperankan oleh Aktor Inggris Con O'Neill adalah seorang seorang produser musik sekaligus pencipta lagu yang jenius yang bisa menciptakan lagu-lagu yang aneh tapi indah. sukses di karier tidak sesukses kehidupan pribadinya, Meek adalah seorang gay yang mengkencani salah satu personil the Tornados. kehidupannya berakhir dengan sangat tragis.

Film berdurasi 114 menit yang disutradarai Nick Moran terasa biasa dengan pace yang lambat. Dibintangi salah satu bintang hollywood papan atas kevin spacey yang berperan sebagai Major Banks seorang produser rekaman. Ternyata salah satu personil The tornados adalah Ritchie Blackmore yang sekarang kita kenal sebagai vokalis dan gitaris band rock terkenal tahun 70-an Deep Purple.

satisfactions 65%

Read More..

Selasa, 27 Oktober 2009

"9" BONEKA KARUNG


Film animasi bertajuk “9” sepertinya tidak mengandung makna apa-apa kecuali tokoh dalam film tersebut berupa boneka yang terbuat dari karung yang dinamai “Stitchpunk” yang berjumlah 9 boneka. Dengan tema di masa post-apocalyptic dimana dunia hancur lulu lantah dan kaum manusia musnah oleh serangan mesin yang dinamakan "Great Machine". Sebelum serangan terjadi seorang professor telah menciptakan dan menghidupkan kesembilan boneka ini. Berawal dari boneka no 9 sedang mencari tempat bersembunyi dari kejaran mesin dan bertemu dengan kelompok boneka lainnya terdiri dari “2” sang veteran, “3” sang penemu, “4” si kembar, “5” sang insinyur, “6” seniman, dan “7” sang pejuang, merasa senasib akhrinya mereka bersatu untuk untuk mengalahkan “The Great Machine”. Tapi niat mereka ditentang oleh “1” yang selama ini jadi pemimpin. Dia lebih cendrung bersembunyi dan mempertahankan diri. Berhasilkah misi mereka?




Film animasi ini awalnya sebuah film berdurasi pendek karya Shane Acker yang dibuat untuk tugas akhir kuliahnya di Universitas California dan pada tahun 2005 masuk nominasi sebagai The Best Animated Short di ajang piala oscar. Sineas eksentrik Tim Burton tertarik dengan film ini, akhrinya bekerjasama dengan sutradara asal rusia Timur Bekmambetov bersedia memproduseri film tersebut menjadi film panjang dan penulisan skenario dibantu oleh Pamela Pettler.


Yang menarik dari film ini adalah animasi yang ditampilkan begitu detail dan sempurna beda dengan animasi karya pixar yang penuh dengan warna cerah, warna yang ditampilan kelam, warna coklat, abu-abu dan hitam begitu dominan. Ini merupakan ciri khas dari semua karya-karya animasi Tim Burton. Disain mahluk-mahluk yang diciptakan sangat unik dan masing-masing tokoh sangat jelas karakternya. Menariknya lagi kesembilan karakter ini disuarakan oleh aktor-aktor papan atas. “1” (Christopher Plummer), “2” (Martin Landau), “5” (Jhon C. Reilly), “6”(Crispin Glover), “7” (Jennifer Connelly) dan “9” (Elijah Wood).
Tapi sayang kekurangan film ini dialog dan ending yang kurang menggigit sehingga mudah untuk dilupakan. Tapi bagimanapun juga kita bisa menarik pelajaran dari film ini yaitu untuk mencapai hasil yang maksimal selain dibutuhkan keberanian, percaya diri, pengetahuan tapi dibutuhkan pula solidaritas, kesetiakawanan, dan kerjasama.

Satisfactions 75%

Read More..

Senin, 26 Oktober 2009

INGLOURIOUS BASTERDS

Di masa perang dunia kedua tentara jerman berhasil menduduki negara perancis. Kala itu salah satu tujuan tentara jerman adalah menangkap dan menghabisi warga berdarah yahudi yang dipimpin oleh Kolonel Hans Landa (christoph Waltz). Adalah Shossanna Dreyfus (Melanie Laurent) yang selamat dan sekaligus menjadi saksi mata atas pembantaian terhadap keluarganya. Shossana berhasil melarikan diri dan beberapa tahun kemudian dia menjadi seorang pengusaha bioskop dan berganti nama menjadi Emmanuelle Mimieux. Di sisi lain ada Sekelompok yang terdiri dari 8 tentara yahudi yang menamakan diri Inglourious Basterds yang dipimpin oleh Letnan Aldo Rhein (brad Pitt). Kelompok ini terkenal kejam dan sulit untuk ditangkap sehingga membuat geram Hitler. Setiap aksinya mereka selalu mengupas kulit kepala tentara nazi. Aksi Kelompok Basterd ini dibantu juga oleh sorang mata-mata asal inggris Bridget Von Hammersmark (Diana Krueger).



Salah satu petinggi Nazi Joseph Goebbels (Slyvester Groth) berencana mengadakan pemutaran perdana film berbau propaganda berjudul “A Nation Pride” yang akan dihadiri oleh petinggi-pertinngi nazi termasuk Hitler. Rencananya pemutaran film ini dilakukan di Ritz, berkat bujukan Fredrick Zoller (Daniel Bruehl) seorang serdadu Nazi yang menjadi idola diantara tentara nazi yang mulai menyukai Shosanna supaya dialihkan ke gedung bioskop milik Shosanna. gedungnya lebih kecil dengan alasan lebih eksklusif dan Goebbels setuju. Inilah kesempatan besar buat Shosanna untuk membalas dendam terhadap tentara Nazi. Mengetahui hal ini, kelompok bastards juga menyusun rencana untuk membantai petinggi-petinggi nazi termasuk Hitler. Berhasilkah Mereka?


Film yang disutradarai Quentin Tarantino ini terbilang unik dengan ciri khas seperti di film Kill Bill, terbagi dalam beberapa bab (Chapter) dan opening scene dengan musik latar mirip-mirip film western era 70-an. Pengambilan gambar yang detail serta dialog-dialog yang panjang tapi padat berisi, cerdas membuat kita tidak bosan bahkan dengan durasi yang hampir 2,5 jam tak terasa. Selain itu ditambah karakter dan tokoh rekaan ini dibawakan dengan sangat baik oleh aktor-aktris yang tak diragukan lagi kepiawaannya dalam berakting. Yang paling menonjol adalah karakter Hans Landa yang dibawakan aktor kelahiran Vienna Austria Christoph Waltz, seorang “Jew Hunter” yang piawai mengintimidasi dan menginterogasi dengan cara yang cerdik tapi kejam, Two Thumbs for him… tapi sayang adegannya kurang gory serta Penampilan Brad Pitt dengan logat teneesse terasa kurang tidak seperti yang ditraillernya.

Aldo Rhein :“Each and every man under my command owes me one hundred Nazi scalps... and I want my scalps!”


Satisfactions 85%

Read More..

Sabtu, 10 Oktober 2009

SURROGATES


Dengan teknologi segala aktifitas manusia menjadi lebih lancar dan mudah. Akan tetapi penggunaan teknologi yang “kebablasan” membawa dampak yang buruk, salah satunya manusia menjadi egois dan esensi manusia sebagai mahluk sosial terkikis. Itulah yang tersirat dalam film surrogates. Segala aktifitas yang dilakukan manusia sepenuhnya dilakukan oleh robot pengganti yang dinamakan surrogates. Manusia hanya mengendalikannya di dalam rumah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir segala bentuk resiko yang bisa membahayakan manusia itu sendiri. Dampak buruknya manusia tidak bisa bersosialisasi dengan manusia lainnya, seharian diam dirumah dan lambat laun akan memperparah kondisi manusia itu sendiri. Secara fisik tampilan robot ini sangat sempurna dan bisa melakukan aktifitas apa saja layaknya manusia biasa.



Plot film ini berawal dari dibunuhnya Jarod, anak seorang pencipta surrogates yaitu Lionel Canter. Sementara itu agen FBI Tom Greer (Bruce willis) dan Jennifer Peters (Radha Mithcell) ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini. Pada saat menjalani penyelidikan hampir saja nyawa greer melayang, akhrinya greer memutuskan untuk melakukannya sendiri tanpa memakai surrogates. Diketahui ternyata sang pembunuh mempunyai suatu senjata yang bisa merusak chip surrogates sekaligus membunuh operatornya. Diduga Kasus ini merupakan bagian dari konpirasi, dapatkah greer mengungkap kasus pembunuhan ini?.


Film yang diangkat dari sebuah novel grafis karya Robert venditti dengan judul yang sama dan disutradarai jonathan mostow dan dibantu oleh 2 orang penulis kolega lamanya Michael Ferris dan John D. Brancato. Tema yang diusung cukup menjanjikan untuk menjadi sebuah film yang menarik. Tapi sayang dengan durasi hanya sekita 90 menit terkesan terburu-buru dan cerita yang disampaikan sedikit rumit. Adegan laga yang diharapkan cukup banyak, hadir ala kadarnya. Padahal pas adegan chase car cukup menarik. Yang menariknya lagi make up sang aktor-akritis sebagai surrogates begitu sempurna, kita bisa membedakan mana robot mana manusia. Film ini untuk sekedar hiburan bolehlah..

Rating : 7/10

Read More..

Daftar Blog Teman

pump up your life

E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO