Tampilkan postingan dengan label Action War. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Action War. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

APOCALYPSE NOW (1979)

Pemain : Martin Sheen, Marlon Brando, Robert Duvall, Dennis Hopper, Harrison Ford, Laurence Fisburne, Sam Bottoms
Sutradara : Francis Ford Coppola
Penulis : Francis Ford Coppola, John Milius, Joseph Conrad
Genre : Drama, Perang
Musik : Carmine Coppola, Francis Ford Coppola
Sinematografi : Vittorio Storaro
Produser : John Ashley, Francis Ford Coppola, Gray Frederickson
Durasi : 153 menit
Rilis : 15 Agustus 1979 (USA)
Bujet : $ 31,5 juta
Studio : Zoetrope Studios
Distributor : United Artists/Paramount

Sekitar awal tahun 80-an waktu itu saya masih duduk 4 SD diceritakan oleh kakak saya bahwa Apocalypse now merupakan film perang Vietnam yang sangat bagus dan yang tertanam dalam benak saya sampai sekarang adalah hanya desain poster dengan wajah seorang pria botak meyeramkan dan disisi lain nampak sederetan siluet beberapa helikopter sedang terbang dengan latar belakang matahari terbenam, warna merah dan jingga mendominasi poster tersebut. Kini, Setelah hampir 30 tahun akhirnya saya bisa menyaksikan film ini seutuhnya lewat DVD.

Kisahnya berawal dari Kapten Williard (martin Sheen) mendapat tugas rahasia dari Kolonel Lucas (Harisson Ford) untuk menangkap hidup atau mati seorang perwira yang desersi bernama kapten Walter E. Kurtz ( Marlon Brando) yang bersembunyi di sebuah pedalaman di Negara Kamboja. Dengan dibantu oleh beberapa tentara yang dianggap berani dan gila, letnan Killgore (Robert Duvall), Miller (Laurence Fisburne), Lance (Sam Bottoms), mereka menjelajah pendalaman rimba Vietnam melalui jalan sungai. Bukan misi yang mudah, selain menghadapi alam yang ganas mereka harus menghadapi serangan dari tentara Vietnam dan yang paling berat mereka harus menghadapi disertir Kapten Kurtz seorang perwira yang sangat cerdas lulusan Universitas Harvard yang tadinya disiapkan untuk menjadi seorang jendral di kemiliteran Amerika serikat tapi Kurtz lebih memilih tinggal di pedalaman kamboja dan di dewakan oleh penduduk setempat.

kekerasan, pembunuhan, kegelisahan, ketakutan, kegilaan, kebencian merupakan unsur yang sudah umum sebuah film perang dan ini semua terakum dalam sebuah karya Sutradara Francis Ford Coppola. Film berdurasi 153 menit memiliki plot utama berupa misi menangkap perwira disersi yang pangkatnya lebih tinggi sementara selama alur cerita berjalan peperangan atau penyerangan melawan Vietnam lebih dominan.

Tokoh utama yang dimainkan Martin Sheen saya rasakan aktingnya biasa-biasa saja begitupula dengan Marlon Brando yang muncul kurang lebih di 30 menit terakhir. Padahal untuk tampil di film ini Marlon Brando dibayar mahal, bisa jadi kehadiran aktor ini menjadi salah satu nilai jual Apocalypse Now karena di era itu Marlon Barndo merupakan salah satu aktor yang sangat popular. Justru yang cukup menonjol aktingnya Robert Duvall yang menjadi seorang tentara yang gagah berani dan gila tapi nyalinya ciut begitu melihat harimau dan Dennis Hopper seorang wartawan foto yang menjadi kaki tangan Kurtz.

Yang lebih menarik visualisasi yang dihadirkan Coppola dengan pengambilan gambar dari berbagai sudut yang tepat terlihat artistik untuk sebuah film perang, visualiasasi sebagai sebuah film perang yang merupakan bagian dari simbol kekejaman dan kekerasan tergambar begitu nyata. Untuk menghasilkan sebuah karya yang sempurna Coppola membutuhakan waktu dua tahun hanya untuk pengambilan gambar yang dilakukan di Philipina. Hasilnya pada tahun 1980 Apocalypse Now mendapat penghargaan 2 piala oscar untuk kategori sinematografi dan tata suara terbaik.

RATING


Read More..

Selasa, 16 Maret 2010

GREEN ZONE

Melalui sebuah informasi yang dikeluarkan intelejen Amerika Serikat, Roy Miller (Matt Damon) bersama timnya ditugaskan untuk mencari bom pemusnah massal yang diduga disembunyikan oleh pihak Irak di suatu tempat. Miller dan timnya bergerak cepat menuju sasaran. Ternyata dilokasi yang jadi target operasinya tidak ditemukan apa-apa, hanya sebuah pabrik toilet. Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi Miller. Informasi yang diperoleh dari intelejen seharusnya akurat dan benar. Dengan bantuan seorang Agen CIA Marty Brown (Brendan Gleeson), Miller dan beberapa anak buahnya menyelidiki kebenaran informasi.Berdasarkan petunjuk dari seorang warga irak informasi mengarah kepada seorang pejabat irak yang mengetahui soal kebenaran bom pemusnah massal tersebut. Semakin sulit bagi miller menjalankan misi ini karena mendapat tekanan dari pihak penguasa di Washington.


Setelah sukses dengn dua film Bourne terdahulu, Paul Greengrass mengajak kembali Matt Damon dalam film berlatar belakang film Irak. Film ini diinspirasi oleh sebuah buku non-fiksi berjudul "Imperial Life in the Emerald City” yang ditulis oleh Rajiv Chandrasekaran dan penulisan skenario dibantu oleh Brian Helgeland. Green Zone mempunyai cerita yang sederhana dan sangat realistis, tetapi oleh Greengrass dengan pola pengambilan gambar "Hand held" ditambah musik latar garapan John Powel dengan sound perkusi cukup dominan menjadikan film ini mempunyai intensitas ketegangan yang cukup tinggi dan dinamis.


Selain itu Paul berhasil menghadirkan suasana perang Irak ditahun 2003 terasa kental dengan Visualisasi sisa-sisa gedung-gedung yang hancur dan pemboman di beberapa wilayah tampak begitu nyata. Tapi sayang karakter utama Miller yang terlalu dominan sehingga karakter-karakter yang lainnya hanya sekedar tempelan. Walaupun genre dan cerita film Green Zone berbeda dengan film Bourne, tetapi dengan pola penggarapan yang sama, Paul Greengrass dengan film terbarunya ini berharap akan bisa sesukses film Bourne. Secara keseluruhan film ini cukup menjanjikan sebagai tontonan yang menghibur.

Rating : 7,5/10

Read More..

Senin, 26 Oktober 2009

INGLOURIOUS BASTERDS

Di masa perang dunia kedua tentara jerman berhasil menduduki negara perancis. Kala itu salah satu tujuan tentara jerman adalah menangkap dan menghabisi warga berdarah yahudi yang dipimpin oleh Kolonel Hans Landa (christoph Waltz). Adalah Shossanna Dreyfus (Melanie Laurent) yang selamat dan sekaligus menjadi saksi mata atas pembantaian terhadap keluarganya. Shossana berhasil melarikan diri dan beberapa tahun kemudian dia menjadi seorang pengusaha bioskop dan berganti nama menjadi Emmanuelle Mimieux. Di sisi lain ada Sekelompok yang terdiri dari 8 tentara yahudi yang menamakan diri Inglourious Basterds yang dipimpin oleh Letnan Aldo Rhein (brad Pitt). Kelompok ini terkenal kejam dan sulit untuk ditangkap sehingga membuat geram Hitler. Setiap aksinya mereka selalu mengupas kulit kepala tentara nazi. Aksi Kelompok Basterd ini dibantu juga oleh sorang mata-mata asal inggris Bridget Von Hammersmark (Diana Krueger).



Salah satu petinggi Nazi Joseph Goebbels (Slyvester Groth) berencana mengadakan pemutaran perdana film berbau propaganda berjudul “A Nation Pride” yang akan dihadiri oleh petinggi-pertinngi nazi termasuk Hitler. Rencananya pemutaran film ini dilakukan di Ritz, berkat bujukan Fredrick Zoller (Daniel Bruehl) seorang serdadu Nazi yang menjadi idola diantara tentara nazi yang mulai menyukai Shosanna supaya dialihkan ke gedung bioskop milik Shosanna. gedungnya lebih kecil dengan alasan lebih eksklusif dan Goebbels setuju. Inilah kesempatan besar buat Shosanna untuk membalas dendam terhadap tentara Nazi. Mengetahui hal ini, kelompok bastards juga menyusun rencana untuk membantai petinggi-petinggi nazi termasuk Hitler. Berhasilkah Mereka?


Film yang disutradarai Quentin Tarantino ini terbilang unik dengan ciri khas seperti di film Kill Bill, terbagi dalam beberapa bab (Chapter) dan opening scene dengan musik latar mirip-mirip film western era 70-an. Pengambilan gambar yang detail serta dialog-dialog yang panjang tapi padat berisi, cerdas membuat kita tidak bosan bahkan dengan durasi yang hampir 2,5 jam tak terasa. Selain itu ditambah karakter dan tokoh rekaan ini dibawakan dengan sangat baik oleh aktor-aktris yang tak diragukan lagi kepiawaannya dalam berakting. Yang paling menonjol adalah karakter Hans Landa yang dibawakan aktor kelahiran Vienna Austria Christoph Waltz, seorang “Jew Hunter” yang piawai mengintimidasi dan menginterogasi dengan cara yang cerdik tapi kejam, Two Thumbs for him… tapi sayang adegannya kurang gory serta Penampilan Brad Pitt dengan logat teneesse terasa kurang tidak seperti yang ditraillernya.

Aldo Rhein :“Each and every man under my command owes me one hundred Nazi scalps... and I want my scalps!”


Satisfactions 85%

Read More..

Senin, 20 Oktober 2008

BODY OF LIES


Judul ----------- : Body Of Lies
Pemain
---------: Leonardo de Caprio, Russel Crowe, Mark Strong
Sutradara ------
: Ridley Scott
Penulis
---------: William Monahan
Musik Score
----: Mark Streitenfeld
Genre
----------: Action/Drama/Thriller Spionase
Durasi
----------: 128 Menit
Rilis -----------
: 10 Oktober 2008 (Indonesia)
Produksi
-------: Warner Bros

Dikisahkan Roger Ferris (Leonardo De caprio) seorang agen intelejen lapangan CIA yang ditugaskan di Timur tengah . Karena kepiawaian ferris dalam mengungkap jaringan teroris di timur tengah maka ia diangkat oleh atasannya yang merupakan veteran CIA untuk kawasan timur tengah yakni Ed Hoffman (Russel Crowe) menjadi kepala Agen CIA di Yordania. Dalam memudahkan bekerja Ferris tidak sendirian, dia dibantu penduduk lokal yang ia percayai. Selama bekerja itu pula Ferris harus selalu berkomunikasi intensif dan harus saling tukar informasi dengan atasannya itu.

Tugas berikutnya ferris harus menangkap salah satu gembong teroris Al Saleem (Alon Abutbul), tidak mudah memang. Untuk itu ia harus bekerjasama dengan Agen intelejen yordania Hani (Mark Strong). Hani minta syarat, selama operasi ini berlangsung harus saling mempercayai dan saling tukar informasi. Tanpa sepengetahuan Ferris maupun Hani, Hoffman melakukan operasi pengintaian sendiri sehingga hal ini membuat marah Hani dan kerjasama diputus secara sepihak. Hal ini membuat Ferris kecewa dan merasa dihianati Hoffman, kelemahan ferris disini merupakan tokoh yang plin-plan dan beberapa kali dibohongi atasannya. Konflik makin pelik setelah pacar Ferris, Aisha (Golshifteh Faharani) terlibat. Ditengah ketidakpercayaan tim dapatkah Ferris bisa menangkap Al Saleem?

Trust no one. Deceive everyone

Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya seorang kolumnis Washington Post David Ignatius. Film yang bergenre spionase disutradarai Ridley Scott yang sukses sebelumnnya dengan Blade Runner, Alien, Gladiator, Black Hawk down, dan American Gaster mencoba mengangkat kinerja para intelegen amerika yang bertugas ditimur tengah yang penuh dengan ketidakpercayaan, kecurigaan dan konspirasi. Menurut saya, film ini tidak terlalu istimewa masih lebih baik untuk film-film yang saya sebutkan diatas.

Ini merupakan pertemuan kedua aktor de caprio dan crowe setelah di Quick & Dead. Saya lihat acting antara de caprio dan crowe tidak memberikan chemistry yang cukup kuat. De caprio masih lebih baik di Blood Diamond terlebih crowe aktingnya terasa datar malah cendrung buruk. Justru akting yang paling bagus diperlihatkan oleh aktor mark Strong.

Berbeda dengan film lain sejenisnya Body of lies menyuguhkan pandangan baru tentang islam dari kacamata barat, Penulis skenario william monahan cukup detail perihal gambaran tersebut seperti salah satu dialog Ferris terhadap salah satu teroris kurang lebih seperti ini "Tidak ada tempat di Al Quran bagi pembunuh atau pelaku bunuh diri". Selain itu film ini lebih menonjolkan dialog dan kekuatan akting para pemerannya daripada adegan tembak-tembakan atau kejaran-kajaran. tapi sayang kekuatan skenario tidak diperankan secara bagus oleh para pemainnya.

Namun ada satu kelemahan dari sisi cerita dengan masuknya unsur romantisme atau percintaan antara Ferris dan Aisha yang terkesan dipaksakan. Bagaimana seorang intelejen profesional mau mengorbankan diri dan timnya hanya karena seorang wanita yang baru dikenalnya. yah... inilah gaya film hollywood.

Rating 3,5/5

Read More..

Daftar Blog Teman

pump up your life

E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO