Tampilkan postingan dengan label Drama Thriller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama Thriller. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Desember 2010

THE NEXT THREE DAYS

Pemain : Russel Crowe, Elizabeth Banks, Liam Nesson, Ty Simpkins,Helen Carey, Brian Dennehy
Sutradara : Paul Haggis
Penulis : Paul Haggis, Fred Cavayé and Guillaume Lemans
Musik : Danny Elfman, Alberto Iglesias
Produser : Olivier Delbosc, Paul Haggis, Anthony Katagas, Agnès Mentre
Durasi : 122 Minutes
Estimasi biaya : $ 35,000,000
Rilis di Indonesia : 10 Desember 2010
Genre : Drama Thriller
Sinematografi : Stéphane Fontaine
Studio : Highway 61 Film
Distributor : Lionsgate


Paul Haggis adalah salah satu sineas Hollywood yang mumpuni, film Crash yang disutradarinya berhasil terpilih sebagai film terbaik diajang Oscar tahun 2006 dan penulis terbaik untuk film Million Dollar Baby. Selain itu Haggis menulis untuk dua terakhir film james Bond Casino Royale dan Quantum of Solace. Berbekal prestasi diatas setidaknya ini sebuah jaminan untuk karya terbarunya The Three Next Days.

Mengangkat kisah John Brennan (Russel Crowe) seorang guru yang berjuang mengeluarkan istrinya dari penjara karena tuduhan pembunuhan atasannya. John berkeyakinan istrinya tidak melakukannya. John hanyalah seorang manusia biasa yang terpaksa harus melakukan sesuatu diluar kemampuannya: melanggar hukum dan menyentuh ranah kriminalitas. Memulai usahanya berbekal tips dari seorang mantan narapidana yang beberapa kali berhasil kabur dari penjara Damon Panington (liam nesson).
Kekuatan cinta kepada sang istrilah semua ini john lakukan, hampir selama tiga tahun berjuang penuh pengorbanan. Harta, karier, bahkan keselamatan diri dan keluarga semua dipertaruhkan.

Cerita yang sederhana Separuh awal berjalan agak lambat dan berfokus pada pengembangan karakter Tokoh John, karakter yang dibangun Haggis begitu detail. walau ritme sedikit lambat tapi menarik untuk disimak. Dengan minim pengalaman bagaimana john menyusun sebuah rencana dan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang amatiran. Tensi ketegangan mulai meningkat saat john membebaskan Lara dari penjagaan yang ketat dan terjaga samapai akhir film, dibagian inilah Haggis menyuguhkan drama thriller sesungguhnya. Chemistry antara Russell Crowe dan Elizabeth Banks mulai terasa.

Russell Crowe masih manunjukan kemampuan akting yang berkualitas dan kemampuan ini sanggup diimbangi oleh pasangan mainnya Elizabeth Banks. walau hanya tampil sesaat penampilan Liam Nesson setidaknya mampu memberikan warna tersendiri. Terlalu fokus dengan karakter john membuat aktor-aktris pendukungnya terasa terabaikan kecuali Elizabeth Banks dan Ty simpkins.

Walaupun Paul Haggis belum mampu menyuguhkan film se-kualitas crash tapi setidaknya The Next Three Days mampu menyajikan sebuah tontonan yang sangat menghibur


Read More..

Sabtu, 24 April 2010

THE GHOST WRITER

Ewan McGregor (sepanjang film ini tidak pernah disebut-sebut nama tokohnya) adalah seorang penulis handal ditawari agennya untuk melanjutkan menulis sebuah memoir dari mantan Perdana Menteri Inggris Adam Lang (Pierce Brosnan), dimana penulis sebelum meninggal dunia secara misterius. Awalnya menolak tapi karena diimingi-imingi uang yang cukup besar akhirnya ia besedia. Ketika memulai tugas ia mulai menemukan banyak keganjilan yang mengusik rasa ingin tahunya, sedikit demi sedikit ia mengumpulan potongan-potongan infomasi yang merujuk pada sebuah fakta yang tidak pernah ia duga.




Setidaknya ada tiga faktor yang membuat saya tertarik menyaksikan film Ghost Writer, pertama, genre Suspene Thriller, genre yang pada umumnya mempunyai plot ceritanya penuh teka-teki dan memaksa penonton untuk tidak melewatkan aspek-aspek yang ada di film tersebut dan selalu mengecoh penonton. Sebagian tokoh didalamnya mempunyai karakteristik yang penuh misteri dan abu-abu. kriteria diatas sudah terpenuhi di film ini.
Kedua, digarap oleh sutradara veteran Roman Polanski, Tidak banyak film yang dia hasilkan, tapi beberapa karya cukup monumental , dua diantaranya Film The Pianist dan Rosemary's Baby. The Pianist yang dibintangi Adrian brody meraih piala Oscar sebagai sutradara terbaik tahun 2003, dan film klasik Horor berjudul Rosemary baby (1968) yang merupakan salah film horor terbaik di masanya dan gosipnya film menuai kontroversi karena film penuh kutukan. Review bisa baca disini.
Ketiga, karena dua aktor pemeran utama: Ewan McGregor dan Pierce Brosnan dua aktor kelahiran inggris yang sudah tidak diragukan lagi aktingnya. Ewan yang berperan sebagai seorang penulis yang mumpuni dan cerdas dengan penampilan yang kalem dan cuek membuat penonton simpati pada tokoh ini. Pierce brosnan berperan sebagai seorang mantan Perdana Menteri cukup kharismatik dan berhasil melepaskan bayang-bayang sebagai James Bond.



Ghost Writer diadaptasi dari sebuah novel karya Robert Harris yang terkenal juga dengan novel karyanya yang berjudul Silence of the Lambs. Naskah ini dikerjakan bersama-sama di tempat pengasingan Roman di sebuah Pulau. Hal ini dikarenakan permasalahan yang mendera dirinya akibat tuduhan pelecehan sekual terhadap anak dibawah umur yang telah berlangsung cukup lama. Sepanjang film didominasi dengan cuaca yang mendung dan kelam. Mungkin ini gambaran dari seorang Roman Polanski yang masalahnya belum selesai hingga kini. Walau usianya sudah lanjut tapi setidaknya ini awal kebangkitan Roman Polanski untuk menelurkan karya-karya yang berkualias. Film yang sangat layak disaksikan sebagai tontonan di akhir pekan

Rating : 8/10



Read More..

Rabu, 03 Maret 2010

SHUTTER ISLAND

US Marshal Teddy Daniels (leonardo DiCaprio) dibantu mitra barunnya Chuck Aule (mark Ruffalo) ditugaskan menyelidiki pelarian seorang pasien berbahaya penghuni rumah sakit jiwa yang terletak ditengah pulau terpencil bernama Shutter. Tidak mudah bagi Teddy mengungkap kasus ini karena penghuni Rumah sakit tersebut serentak tutup mulut saat diminta data dan informasi, terlebih usaha teddy dihalang-halangi oleh Pejabat Rumah sakit setempat Dokter Cawley (Ben Kingsley) dan Dokter Naehring (Max von Sydow), seolah mereka menyimpan suatu rahasia penting.

Berada di pulau terasing yang penuh misteri ditambah banyaknya kendala dalam penyelidikan membuat batin teddy terombang ambing dan makin terpuruk. Bayangan kematian istrinya terus menghantuinya. Sehingga teddy tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan. Dengan kondisi batin yang kian terpuruk dapatkah Teddy mengungkap kasus ini serta bebas dari kungkungan pulau yang penuh dengan misteri?

Shutter Island merupakan film yang diadaptasikan dari sebuah novel karya Dennis Lehane yang diangkat ke layar lebar oleh Martin Scorsese dan tokoh utamanya Scorsese tetap mempercayakan kepada aktor Leonardo DiCaprio yang membawa tiga film mereka sebelumnya cukup sukses: Gangs of New York (2002), Aviator (2004), dan Departed (2006). Berdurasi 138 menit, Scorsese begitu cerdas membangun satu kisah penuh teka-teki yang cukup rumit dibalut dengan suasana yang kelam dan penuh misteri. Walau alur cerita di awal terasa lambat. Jangan banyak berharap jika film ini akan dipenuhi adaegan laga, penonton diajak sedikit berpikir keras karena unsur drama psikologis-nya cukup kental. Shutter Island sempat terjadi pengunduran rilis yang rencananya bulan Oktober 2009, di Amerika menjadi tanggal 19 Februari 2010, sementara di Indonesia berdasarkan info jadwal di 21/XXI mulai tanggal 3 Maret 2010, tapi sayang untuk sementara ini hanya diputar di kota Jakarta..






Read More..

Senin, 11 Mei 2009

PHONE BOOTH (Heavy Spoiler Alert)

Hari minggu siang (10/5), sambil menunggu tanding fustal jam 4 sore, saya sempatkan nonton salah satu koleksi film yang belum sempat ditonton. Dicari film yang durasinya tidak terlalu panjang. Akhrinya nemu film "Phone Booth" yang berdurasi 81 Menit ini mrupakan film lama produksi tahun 2002 yang dibintangi Collin Farrell.

Stu Shepard (Collin Farrell) adalah seorang publisher yang ambisius, mempunyai hubungan yang cukup luas tapi sayang ia mempunyai karakter yang buruk, Arogan, Suka obral janji, Menipu, meremehkan orang, dengan uang segalanya bisa ia beli termasuk menyuap. Stu mempunyai sorang istri yang cantik dan setia bernama Kelly (Radha Mitcell) dan di sisi kehidupan lainnya stu berselingkuh dengan seorang wanita cantik lainnya bernama Pamela (Katie Holmes). Stu mempunyai kebiasaan menelepon Pacarnya setiap hari dijam-jam tertentu di salah satu telepon umum di seberang hotel. Suatu hari setelah ia menelepon pacarnya, stu menerima telepon dari seseorang yang disebut Caller (kiefer Sutherland) berupa teror. stu tidak sadar kalau selama ini Caller mengamati kehidupan pribadinya dan ini menjadi alat untuk menerornya. Dia harus mengikuti semua keinginan Caller, kalau tidak ia akan jadi sasaran tembak jarak jauh (sniper). Berawal dari teror inilah segala kehidupan Stu Shepard berubah total.

Film arahan Sutradara Joel Schumacher dan cerita ditulis larry Cohen mempunyai plot cerita yang sederhana dengan setting hanya di box telepon umum (phone booth). Akting Collin Farrell yang berperan sebagai seorang publiser yang berprilaku buruk mengalami depresi setelah diteror cukup bagus. Karakter suara Kiefer Sutherland sebagai seorang peneror sangat pas, hanya diakhir cerita sosok the caller muncul. Dengan setting yang sedehana Joel berhasil membangun ketegangan yang lumayan mencekam. Bagaimana Stu mendapat umpatan dari beberapa PSK yang ingin memepergunakan fasilitas telepon, penganiyaan yang dilakukan seorang mucikari, sampai stu dipaksa untuk memperkenalkan selingkuhannya kepada istrinya.
Tujuan Caller memberikan "pelajaran" kepada Stu yang selama ini banyak mengecewakan orang disekitarnya.

Rating 7,5/10

Read More..

Selasa, 04 November 2008

FLIGHTPLAN : Kegalauan seorang ibu diatas pesawat terbang

Weekend kemarin saya ngaso di depan tv sambil memandangi rak yang berisi sederetan ratusan koleksi DVD. Dalam hati bertanya nonton apa nih?. Masih banyak film yang belum sempet ditonton. Tiba-tiba teringat salah satu filmnya Jodie Foster, Flightplan. Film ini memang film lama yang dirilis dibioskop tahun 2005. Akhrinya ditontonlah film tersebut.

Plot
Kyle Pratt (Jodie Foster) yang berprofesi sebagai teknisi pesawat terbang baru saja ditinggal mati suaminya dikarenakan jatuh dari gedung. Dia harus membawa mayat suaminya dari berlin menuju new york dengan pesawat terbang bersama putrinya Julia (marlene Lawston) yang masih berusia 6 tahun. Dalam perjalanan di dalam pesawat tiba-tiba kyle kehilangan putrinya. Dibantu dengan kru kabin pesawat beserta kepala keamanan pesawat Gene Carson (Peter Sarsgaard) dicari disetiap sudut tapi hasilnya nihil. Malah Kapten Rich (Sean Bean) menganggap kyle mengalami dehalusinasi dan mengada-ada karena ada bukti-bukti bahwa putrinya memang tidak ikut serta. Hal ini disebabkan Kyle dianggap mengalami depresi yang berat setelah kehilangan suaminya. Keadaan menjadi tambah kacau dan sangat menggangu kenyaman penumpang lainnya setelah Kyle menuduh salah satu penumpang yang berasal dari arab sebagai teroris yang telah menculik anaknya. Kyle tetap bersikukuh bahwa putrinya ikut serta. Ditengah ketidakberdayaan karena ketidakpercayaan dari kapten, kru dan seluruh penumpang kyle harus berjuang sendiri menemukan buah hatinya. Bagaimana mungkin seorang anak hilang begitu saja didalam pesawat yang berada diatas ketinggian 39.000 kaki?

My Review
Flightplan terinpirasi dari film karya Alfred Hitchcock tahun 1938 berjudul Lady Vanishes. Bedanya film Alferd bersetting di kereta Api. Sutradara asal jerman Robert Schwentke mencoba mengaktualisikannya kembali dengan lebih modern dengan mengambil setting di pesawat terbang.

Robert tahu persis reputasi seorang aktris semacam Jodie Foster yang mempunyai kekuatan akting yang tidak diragukan lagi. Dengan aktingnya ia berhasil mengangkat sebuah cerita menjadi lebih menarik, kelihatannya performa Jodie Foster tidak bisa diimbangi oleh pemain yang lainnya dan memang harus diakui Jodie Foster menjadi penopang kekuatan film tersebut. Peran yang ia mainkan hampir sama sewaktu di film Film Panic Room, seorang ibu yang berusaha dengan kekuatannya melindungi anaknya dari ancaman luar, tetapi Panic Room masih lebih baik.

Salut juga untuk penata kamera Florian Ballhaus, Permainan angle kamera yang cantik, walaupun di ruangan yang sempit ia berhasil merekam setiap sudut pesawat dengan detail dan baik. Begitu juga dengan penggarapan musik James Horner yang makin menambahnya aroma ketegangan di film ini.

Overall, Film yang bergenre thriller ini berhasil memberikan ketegangan dan kepenasaran, serta berhasil mengecoh dan memainkan emosi penonton dari awal sampai akhir. Ending cerita yang bikin penonton terkejut. Sangat layak ditonton oleh pecinta film-film bergenre thriller

Rating : 8/10

Read More..

Minggu, 26 Oktober 2008

HAPPENING (spoiler)

Virus yang aneh menyebar lewat udara menyerang kota Philadelphia. Tidak ada seorangpun yang bisa lolos dari serangan virus tersebut. Gejala yang diakibatkannya adalah seseorang melakukan bunuh diri tanpa sebab yang jelas. Kemudian Isu beredar bahwa yang meyebarkannya dilakukan oleh sekelompok teroris. Baru diketahui bahwa virus tersebut dihasilkan oleh tanaman dan pohon.

Diceritakan salah satu penduduk yang juga terkena ancaman virus yaitu Elliot Moore (Mark Wahlberg) seorang guru ilmu pengetahuan bersama istri
Alma (Zooey Deschanel) serta seorang keponakannya berusaha melarikan diri menghindari ancaman tersebut. Satu-satu caranya adalah meninggalkan kota tersebut dan mencari wilayah yang kira-kiranya aman. Seberapa jauh virus tersebut sudah menyebar dan dimanakah kira-kira wilayah yang dianggap cukup aman?. Darimanakah asal virus tersebut berasal? Dan bagaimana pencegahannya ? Pihak berwenang tidak mampu menjawab persoalan tersebut.

Film garapan Sutradara keturunan india Night M. Shyamalan mencoba menggali isu tema yang akhir-akhir ini hangat dibicarakan yaitu Global Warming. Film tersebut digarap dengan pendekatan yang berbeda dibanding dengan film-lain yang sejenis. Penonton dibawa untuk berpikir keras dan dipaksa untuk mengikuti alur cerita sehingga penonton akan cari tahu sendiri pesan apa yang dibawa di film ini.

Saya kecewa dengan film ini, tidak sebagus film-film dia sebelumnya seperti Village, ataupun Sixth sense yang selalu memberikan penuh kejutan. Isi cerita dan penggarapannya yang tidak begitu detail. Dari awal tidak diceritakan tentang asal-asul dan pola penyebaran virus tersebut begitupula endingnya yang tidak selesai dan dibiarkan begitu aja. script cerita yang lemah dan mengambang. Tidak ada kesimpulan yang bisa terjawab dari sepanjang film tersebut.

Akting yang dilakukan Mark Wahlberg maupun Zooey Deschanel boleh dikatakan buruk, sebagai suami istri tidak ada chemistry yang dibangun dengan kuat, cendrung kaku. Script cerita yang tidak jelas saya kasih cuman 2 bintang ditambah ide yang lumayan, saya kasih 1 bintang.

Rating 3/5

Read More..

Daftar Blog Teman

pump up your life

E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO