Kamis, 02 September 2010

AVATAR : Special Edition

Film Avatar saat ini menjadi film terlaris sepanjang masa dengan total pendapatan 2,7 miliar Dollar dan berhasil menumbangkan rekor yang selama ini dipegang film Titanic selama hampir 12 tahun. Kesuksesan Avatar tak lepas berkat kecanggihan teknologi 3 Dimensi yang diaplikasikan difilm ini. Film Garapan James Cameron ini merupakan puncak pencapaian teknologi tercanggih di bidang dunia perfilman dan hingga kini moviegoers masih terkagum-kagum dibuatnya. Dengan dalih untuk memenuhi kepenasaran para penggemarnya Cameron merilis ulang film Avatar dengan tambahan adegan-adegan yang belum pernah muncul di film versi terdahulunya dan hanya dirilis dengan format 3D, judulnya sendiri diembel-embeli : Special Edition. Total durasi adegan tambahan sekitar 8 menit yang tersebar di beberapa scene, dimana tiap secene berdurasi kurang lebih 1- 2 menit dengan menampilkan kisah romantisme Jake Scully dan nyteri yang lebih intens, pemandangan Pandora dan mahluk yang tidak ada di film sebelumnya serta adegan-adegan sangat spektakuler terutama adegan perburuan sejenis badak dan dari segi cerita tidak ada perubahan. Apabila kita nonton Avatar sebelumnya secara seksama maka kita akan tahu dimana adegan tambahannya dan bagi saya yang telah menyaksikan ketiga kalinya masih memberikan sensasi tersendiri. Mungkin judul yang cocok untuk film ini : AVATAR : Extended Version
Rilis Internasional : 26 Agustus 2010
Rilis Indonesia : 1 September 2010






RATING

Read More..

Sabtu, 28 Agustus 2010

DAYBREAKERS (My Review)

Film yang bersetting tahun 2019 dimana sebagian besar populasi manusia telah berubah menjadi Vampire dan keberlangsungan hidup mereka sangat tergantung kepada konsumsi darah manusia , apabila vampire tersebut kekurangan konsumsi darah dalam waktu cukup lama maka akan berubah menjadi vampire subsiders tingkat 4 berupa monster kelelawar yang mengerikan. Selama ini ketersediaan pasokan darah dihasilkan oleh sebuah perusahaan yang bernama Bromley marks dengan cara menternakan manusia untuk diambil darahnya. Akan tetapi akhir-akhir ini perusahaan yang dipimpin oleh Charles Bromley (Sam Neil) tersebut megalami kekurangan pasokan manusia dikarenakan populasi manusia kian berkurang.Untuk mengantisipasi hal tersebut seorang ahli hematologist yang bekerja di perusahaan tersebut yang bernama Edward Dalton (Ethan Hawke) yang dari awal tidak setuju dengan pola menternakan manusia mencoba mengembangkan serangkian percobaan untuk membuat darah sintetis akan tetapi usaha tersebut gagal. Suatu ketika Edward bertemu dengan sekelompok manusia yang tersisa yang dipimpin oleh Audrey (Claudia Karvan) dan seorang mantan Vampire bernama Elvis Presley (William Dafoe), mereka bertiga bersinergi membuat suatu cara untuk mengembalikan Vampire menjadi manusia dan mereka optimis bakal berhasil karena berdasarkan pada pengalaman yang dialami Elvis secara tidak sengaja. Sementara di satu sisi mereka harus berjuang melawan tentara-terntara suruhan Bromley.

Sisi visual yang menarik dimana penggambaran vampire sebagai penguasa diilustrasikan sebuah kota yang futuristik dengan nuansa kelam yang cukup dominan sementara manusia sebagai ras yang diburu diilustrasikan dengan alam pedesaan dengan nuansa penuh warna cerah dengan cukup sinar matahari. Walaupun dengan nuansa yang sangat kontradiktif tapi kedua ras mempunyai permasalahan yang sama yaitu mereka harus sama-sama survive walau dengan cara yang berbeda. Dengan bujet hanya 20 Juta Dollar, sutradara Spierig bersaudara dengan bantuan Weta Workshop sebuah perusahaan yang khusus dibidang visual efect kepunyaan Peter Jackson berhasil mengoptimalkan sebuah sajian visual effect yang tidak mengecewakan terutama penampilan monster vampire subsiders tingkat 4 .
Film daybreakers boleh saya bilang merupakan varian baru untuk film vampire dengan ide agak orisinil dan mempunyai Premis yang lumayan menarik tapi sayang alur cerita yang dibangun terlalu sederhana. Padahal film ini didukung oleh aktor yang mumpuni seperti Ethan Hawke, Wiiliam Dafoe dan Sam Neill sehingga terlihat kemampun akting mereka tidak optimal.

RATING

Read More..

Jumat, 13 Agustus 2010

THE EXPENDABLES (My Review)


Tua-tua keladi makin tua makin menjadi-jadi, mungkin itulah istilah yang cocok disematkan pada aktor veteran Slyvester stallone. Diusia yang sudah uzur sly mencoba untuk tetap eksis di dunia perfilman, dari dulu dikenal bukan sebagai aktor saja tapi sebagai penulis, sutradara, sekaligus produser yang sebagian besar bergenre action. Menurut saya sly saat ini masih belum berani membuat sesuatu yang baru dan masih main dijalur aman ini terbukti Sly membuat sekuel dari film sukses Rambo dan Rocky, Rambo IV (2008) dan Rocky Balboa (2006) tapi respon diterima biasa-biasa karena tema yang diusung dianggap usang.Tapi Sly tidak begitu menyerah, di tahun 2010 ini dia mencoba peruntungan dengan membuat sebuah film berjudul THE EXPENDABLES bergenre action, yang menjadi daya tarik dari film ini adalah para pendukungnya yang hampir semuanya merupakan aktor laga yang berjaya di era 80-90-an seperti Jason Statham, Jet Lie, Dolph Lundgren, Mickey Rouke, Eric Robert, Steve Austin, Randy Coutere, Terry Crews dan Bruce willis, Arnold Schwarzenegger muncul sebagai cameo.

Expendables adalah nama untuk sekelompok tentara bayaran yang dipimpin oleh Barney Ross (Slyvester stallone) dengan anggotanya Lee Christmas (Jason Statham), Yin yang (Jet li), Gunnar (Dolph Lundgren), Hale (Terry Crew), Toll Road (Randy Coutere). Mereka mendapat order dari seorang agen CIA Church (bruce willis) dan Trench (Arnold) untuk menjatuhkan seorang pemimpin diktaktor bernama Jendral Garza disebuah Negara di wilayah Amerika Selatan yang bersekongkol dengan mantan agen CIA yang korup, Monroe (Eric Robert). Misi yang dijalankan The Expandables tidak mulus seperti yang dibayangkan karena ada penghianat didalamnya.

Saat menonton film ini saya tidak berekspaktasi apa-apa dan sudah saya perkirakan sebelumnya, cerita yang ringan dan sederhana tapi dengan plot yang membuat saya bingung dan sudah pasti penuh dengan adegan laga yang lebih cendrung pembantaian. Dari sekian banyak aktor tampil ternyata yang cukup menonjol hanya Sly, John statham dan Eric Robert sebagai tokoh antagonis, sementara yang lainnya hanya sebagai “penggembira”dan rasanya kurang afdol tanpa penampilan wanita cantik dan seksi yang menjadi “pelepas dahaga” yakni Gisele Itie dan Charisma Carpenter. Bisa jadi Stallone tidak sejenius Christopher Nolan dalam membuat cerita atau tidak bisa menghadirkan adegan laga yang super heboh dan norak khas Michael Bay tapi setidaknya dia bisa unjuk gigi dengan aktor-aktor gaek lainnya dengan menunjukan badan berotot penuh tatto walaupun kelihatannya sudah mulai mengendur dan tidak kalah gesitnya dengan aktor muda.

Sudah seharusnya Dolph Lundgren, Eric Robert, Steve Austin, Randy Coutere, Terry Crews berterima kasih sama Sly yang telah mengangkat “derajat “ mereka dari film-film kelas B dan hampir kehilangan pamornya. Begitu pula dengan penampilan jet lie yang selama jenuh dan mencoba peruntungan di film drama berjudul Ocean Heaven (2010). Sementara untuk john statham, aktor paling muda sepertinya masih bersinar dan tetap laku di film-film kelas utama begitu pula dengan bruce willis yang masih tetap bertahan. Sedikit catatan saya himpun diantara aktor-aktor diatas mereka pernah bermain di satu atau beberapa film :

Stallone - Eric Robert : Specialist (1994),
Stallone - Dolph Lundgren : Rocky IV (1985)
Stallone - Mickey Rouke : Get Carter (2000)
John Statham - Jet Li : War (2007), The One (2001)
John Statham - Mickey Rouke : 13 (2010)
Jet Li - Randy Coultere : Cradle 2 teh Grave (2003)
Eric Robert - Steve Austin : Hunt to Kill (2010)
Bruce Willis - Mickey Rouke : Sin City (2005)

Walaupun filmnya biasa-biasa saja tapi bagi saya sebagai mantan penggemar film war dan Martial art mempunyai keasyikan tersendiri dengan hadirnya aktor-aktor gaek ini.

Rating

Read More..

Senin, 09 Agustus 2010

UP IN THE AIR (my review)

Mem-PHK orang bukan perkara yang mudah karena menyangkut sisi emosional dan sisi kehidupan ekonomi sosial seseorang. Diperlukan keahlian khusus untuk mengeksekusi tugas ini, harus pandai mengendalikan emosi orang lain tanpa ia terbawa arus emosi. Orang yang tepat melakukan pekerjaan ini adalah Ryan Bingham (George Clooney) seorang eksekutif yang kaya, pintar, ganteng dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, fokusnya memang membantu klien/perusahaan yang dianggap pengecut untuk memecat karyawannya. Ryan mengabiskan waktunya di udara dan terbang dari satu kota ke kota lainnya. Profesinya ini telah banyak mempengaruhi kehidupan pribadinya yang hidup bebas dan tanpa ikatan emosional dengan seseorang.Ryan Betul-betul menikmati prinsip hidup yang ia jalani sekarang ini. Sampai suatu ketika prinsip hidup yang dianutnya mulai goyah setelah ia bertemu dengan 2 orang wanita, pertama Natalie Keneer (Anna Kendrick) salah satu partnernya yang menjunjung tinggi kehidupan hubungan sosial yang harmonis dan langgeng, dan perempuan kedua bernama Alex Goran(Vera Farmiga)seorang pebisnis yang dinamis yang sering melakukan perjalanan ke luar kota yang membuat Ryan jatuh hati.

Sutradara Jason Reitman memang piawai mengangkat satu kisah tentang problematika kehidupan yang umum dialami sebagian manusia menjadi suatu jalinan kisah yang manarik dengan dialog-dialog yang cerdas. Masih inget dengan Film Juno yang plot-nya cukup sederhana, seorang ABG yang hamil diluar nikah, tapi ditangan Reitman kisahnya menjadi lebih menarik, menggelitik, menawarakan satu pesan moral tanpa harus menggurui begitupula dengan Film Up in the Air yang ceritanya diadaptasi dari sebuah novel karya Walter Kim. Ada satu pesan kuat yang saya tangkap lewat film ini bahwa seseorang boleh saja punya segalanya baik itu karier, materi ataupun kekuasaan tapi kalau urusan hati itu lain. apabila sudah tersentuh sekali saja maka dalam sekejap segalanya bisa berubah. dan ingat bahwa manusia itu adalah mahluk sosial yang butuh interaksi sosial yang lebih intim dengan yang lainnya. Bagian Cerita lain yang saya suka adalah proses PHK yang dimainkan oleh beberapa figuran yang tampil begitu natural, mengesankan dan cukup menyentuh emosi.

Untuk urusan Cast Reitman tidak salah memilih George Clooney untuk memerankan Ryan Bingham, dipilihnya Clooney memerankan tokoh ini bisa jadi karena karekternya tidak berbeda jauh dengan kehidupan nyata George Clooney. Penampilan Vera Farmiga cukup menggoda begitupula dengan Anna Kendrick, seorang gadis muda yang polos tapi cerdas. Tidak heran kalo Up In the Air dalam ajang Academy award 2010 yang diadakan beberapa bulan yang lalu mendapat nominasi 6 kategori termasuk untuk pemeran utama pria.

RATING

Read More..

Jumat, 30 Juli 2010

SALT (my Review)

Melalui film terbarunya SALT aktris Angelina Jolie mengukuhkan kembali sebagai salah satu aktris yang berperan wanita tangguh yang berjibaku baik itu dengan senjata maupun tangan kosong dengan lawan mainnya yang hampir semuanya laki-laki. Berawal dari sebuah film yang cukup sukses yang diadaptasi dari sebuah game berjudul Tom Raider sebagai lara Croft, dilanjut sebagai pasangan suami istri pembunuh bayaran dalam film Mr. & Mrs. Smith dan setahun yang lalu berperan sebagai anggota gang Fraternity sebagai Fox berpasangan dengan aktor inggris James Mc Avoy di film Wanted.
film ini mengisahkan tentang seorang agen CIA yang bernama Evelyn Salt (angelina Jolie) yang harus melarikan diri dan menjadi buronan dari teman-temanya sendiri di CIA. Berawal dari pengakuan dari seorang bekas agen KGB yang membelot bernama Orlov (Daniel Olbrychski) yang secara mengejutkan menyebut Salt sebagai salah satu mata-mata agen KGB yang mempunyai misi membunuh presiden Rusia dan presiden Amerika. Apa yang yang disampaikan Orlov membuat percaya semua teman-teman Salt karena pada saat itu Orlov dipasang Lie Detector dan membuktikan perkataannya Jujur. Salt memutuskan melarikan diri dan berupaya mencari pembuktikan bahwa tuduhan terhadap dirinya tidak benar. permasalahan makin bertambah rumit setelah suami salt secara tiba-tiba menghilang. Konpirasi apa dibalik semua itu?


Film yang berdurasi 100 menit ini lebih banyak menyuguhkan aksi laga yang tiada henti. intensitas ketegangan lumayan terjaga dari awal sampai akhir dan makin terasa dengan scoring yang mirip-mirip Bourne Trilogy. tapi dari segi kualitas suguhan action yang ditampilkan terasa biasa-biasa saja tidak ada sesuatu yang istimewa dan memorabel. Plot yang sederhana dengan alur cerita mengalir begitu cepat dan ditengah sampai akhir ada beberapa kejutan. Sebetulnya ada bagian cerita apabila dikembangkan akan lebih menarik seperti kisah yang melatarbelakangi hubungan suami istri Salt kurang begitu tergali. Sepertinya akting Jolie diberikan porsi yang begitu dominan sehingga membuat tokoh-tokoh lain terkesan tempelan padahal kualitas akting jolie biasa-biasa saja, tidak beda jauh dengan film-filmnya dia sebelumnya yang bergenre action.
kalau anda sedikit jeli dengan mobil-mobil dipergunakan di film ini hampir semuanya bermerk sama, dari mobil yang dikendarai agen CIA, truk, mobil polisi sampai taksi yang merupakan pabrikan General motor. Apa ya GM jadi sponsornya?



Ini merupakan kerjasama yang kedua kalinya antara jolie dengan Sutradara Phillip Noyce setelah lebih dari satu dekade lewat film Bone Collector. Film yang diproduseri Lorenzo Bonaventura (Transformers) & Sunil Perkash awalnya dikabarkan bahwa tokoh Salt ini akan diperankan oleh seorang pria dan aktor yang terpilih Tom Cruise tapi tidak jadi karena jadwal shooting yang bentrok dengan film Knight & Day. Secara keseluruhan Salt merupakan salah satu tontonan yang ringan dan cukup menghibur.

Rating :

Read More..

Selasa, 20 Juli 2010

INCEPTION (my Review)

Dom Cobb (Leonardo Dicaprio) adalah seorang pencuri yang sangat handal dan menjadi buronan perusahaan Cobol. Profesi yang dilakoni Cobb dilakukan dengan dengan cara yang sangat unik, dia mencuri ide dari seseorang melalui mimpi, dimana saat itu pertahanan memori seseorang sangat lemah. Proses ini dinamai Extractor. Kisah diawali dengan proses pencurian ide dari seorang pengusaha kaya Saito (Ken Watanabe) tapi usaha itu gagal. Tapi setelah peristiwa itu justru cobb ditawari Saito melakukan suatu pekerjaan yang dinilai sulit dan berbahaya. Cobb tidak hanya mencuri ide, lebih dari itu menanamkan suatu ide kepada seseorang yang lebih dikenal dengan Inception, yang menjadi targetnya adalah Robert Fischer Jr (Cillian Murphy) pesaing bisnis Saito.
Tawaran itu rasanya tidak mungkin ditolak karena selain uang, saito bakal memberikan satu kompensasi berupa pembebasan Cobb dari segala tuduhan kejahatan dan kembali bertemu dengan buah hatinya. Cobb mulai menyusun strategi dan menyusun tim baru : Michael Cain (Miles) mentor sekaligus Mertuanya, Joseph Gordon-Levitt (Arthur) bertugas meneliti target, Ariadne (Ellen Page) yang merancang set dunia mimpi, Eames (Tom Hardy) bertugas melakukan penyamaran, dan Yusuf (Dileep Rao), ahli peramu bahan-bahan kimia. Mungkin kah misi mereka bakal berhasil?

Ditengah maraknya krisis dan mandulnya ide dari film-film keluaran Hollywood, Nolan menawarkan sesuatu boleh dibilang fresh dan brillian walaupun tidak begitu orisinil. Saya merasa ini merupakan penggabungan antara film Matrix dan Mission Impossible. Menurut saya Konsepnya sederhana, kurang lebih seperti hipnotis, sebuah proses persuasif terhadap seseorang tanpa disadari orang tersebut. Namun oleh Nolan dibuat menjadi suatu alur cerita yang lebih kompleks dan rumit dengan beberapa tingkatan mimpi, dimana setiap tingkatan mimpi mempunyai perbedaan waktu yang signifikan, di lima menit di dunia nyata akan sama dengan satu jam ditingkatan mimpi pertama, satu jam tingkatan mimpi pertama akan sama dengan setahun mimpi tingkatan kedua begitu seterusnya. Selain itu cara membangunkan dari mimpi cukup cerdas dengan konsep "tendangan" dimana tiap tingkatan mimpi dilakukan dengan cara yang berbeda.

Film Inception boleh saya bilang merupakan sebuah pencapaian kesempurnaan suatu karya seni film. Penggabungan unsur naratif dan sinematik yang ciamik. Penuturan cerita yang terstuktur dengan dialong–dialog mengalir cepat yang tidak terlepas dari kecermatan editing. Untuk lebih mengumbar sisi emosional, Nolan menambahkan subplot dengan kehadirian istri cobb yakni mal (Marion Cottilard) yang mempunyai hubungan kisah cinta dimasa lalu yang cukup rumit yang kehadirannya sewaktu-waktu bisa mengganggu misi yang sedang dijalankan cobb dan tim. Walau terkesan twist ending, sepertinya nolan masih menyembunyikan akhir misteri dari seorang cobb yang harus dianalisa dan disimpulkan sendiri oleh penonton.

Dari sisi Casting Kemampuan akting dicaprio yang mumpuni terlihat sangat menonjol, apalagi berperan sebagai seorang suami yang gamang terhadap hubungan dengan istrinya mengingatkan saya dengan film Shutter Island. kehadiran bintang muda menjadi daya tarik tersendiri seperti Ellen page yang mengagumkan di film Juno, Joseph Gordon-Levitt yang sukses lewat (500) days of summer, Tom Hardy yang siap menggantikan icon polisi jalanan Mad Max yand dulu diperankan oleh Mel Gison, tapi sayang karakter mereka kurang tergali tapi sepertinya kekurangan ini termaafkan dengan apa yang disajikan nolan secara keseluruhan.

Satu lagi yang membuat saya berdecak kagum tentunya visual effect yang disajikan terutama visualisasi dunia mimpi yang dibangun Ariadne seperti sebuah kota yang bergerak melengkung, adegan slow motion ledakan di dekat sebuah café dan scene fighting tanpa gravitasi. Intensitas ketegangan semakin bertambah dengan scoring garapan Hans Zimmer yang mengingatkan saya di film The Dark Knight dan Batman Begins.

Secara keseluruhan Christopher Nolan berhasil memberikan satu tontonan yang menghibur sekaligus berkualitas di tahun 2010.

RATING

Read More..

Kamis, 08 Juli 2010

PREDATORS (Review)

Predator adalah salah satu Creature Icon yang mulai popular di era 80-an dengan bintang utama Arnold Schwarzenegger dan beberapa kali filmya dibikin ulang dengan sineas yang berbeda, tapi tidak ada yang bisa menandingi kesukseskan versi pertamanya. Kali ini sineas asal Amerika Robert Rodriguez yang duduk sebagai produser mengangkat kembali kisah mahluk rekaan Jim & John Thomas dengan plot yang mirip dengan versi pertamanya. Nampaknya sutradara Nimrod Antal tidak suka basa-basi dalam menggarap filmya. dibuka tanpa ada prolog apapun, tiba-tiba sekelompok orang jatuh dari atas langit satu persatu dengan parasut hampir tidak terbuka. Mereka terjerembab di suatu wilayah yang tidak jelas, tapi dari visualisasi menunjukan bahwa mereka berada di planet lain. Manusia dibuang di sana dijadikan target buruan predator.Entah apa tujuan predator memburu manusia apakah untuk tujuan santapan atau hanya sekedar kesenangan. Manusia harus survive dan mau tidak mau mereka harus membuat strategi untuk melawan Predator. Nimrod lebih memprioritaskan aksi laga dan ketegangan dari awal sampai akhir tanpa menawarkan sesuatu yang baru dan beberapa adegan merupakan pengulangan dari film pertama versi Arnold. Skrip yang dangkal dan karakter dari masing-masing tokoh tidak tergali secara mendalam menjadikan film ini mudah dilupakan. Kehadiran Noland (Laurence Fishburne) tidak memberikan nilai apa-apa terhadap film ini hanya memperpanjang durasi saja. Perseturuan diantara para predatorpun tidak jelas latar belakangnya dan arahnya mau seperti apa. Tapi untuk sekedar hiburan dan melepas penat dari rutinitas keseharian boleh lah...

RATING

Read More..

Daftar Blog Teman

pump up your life

E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO