Kamis, 17 Juni 2010

Rangkaian Poster 75 tahun 20th Century Fox

Untuk merayakan 75 tahun 20th Century Fox, perusahaan Film tersebut merilis serangkaian poster menarik dengan desain diambil dari beberapa film yang menurut mereka bagus dan penting dengan latar belakang logo perusahaan tersebut. Minat beli posternya klik 75thn Fox.














Read More..

Senin, 14 Juni 2010

BERANDALNYA IKO UWAIS

Film bergenre Martial Art "Merantau" yang dirilis setahun yang lalu dan mendapat respon yang positif dari dalam maupun luar negeri kini sutradara Gareth Evan kembali dengan debutnya yang terbaru berjudul BERANDAL dengan bintang yang sama Iko Uwais dan Yayan Ruhian. plotnya sendiri akan lebih kelam dan gelap daripada film Merantau, akan lebih banyak adegan laga. Penampilan Iko Uwais yang beda dengan kepala plontos dan lebih atletis. info detail bisa dilihat disini dan berikut anda bisa melihat sedikit teaser berdurasi 1 menit 17 detik

Read More..

Jumat, 11 Juni 2010

THE A TEAM (Review)

….Today, still wanted by the government, they survive as soldiers of fortune. If you have a problem, if no one else can help, and if you can find them, maybe you can hire the A-Team. Itulah sebagain prolog yang terdapat di sebuah film serial TV yang sangat populer di era 80-an the A Team, sebuah tim yang terdiri dari 4 orang mantan anggota pasukan khusus Angkatan darat Amerika Serikat yang menjadi buruan pihak Mahkamah militer karena dianggap desersi.
Kali ini pihak 20th Century fox mengangkat film serial tersebut ke layar lebar yang disutradarai sekaligus ditulis Joe Carnahan dengan plot cerita lebih modern. Setelah Beberapa bulan misi mereka sukses di wilayah Amerika Selatan, John Hannibal Smith (Liam Nesson), Face (Bradley Cooper), Murdock (Sharlto Copley) dan BA Baracus (Quinton ‘Rampage’ Jackson) ditugaskan di Irak. Mereka mendapat tugas rahasia dari jendral Morrison (Gerard McRaney) untuk membongkar sindikat uang palsu dan merebut kembali master plat yang telah dicuri. Lagi-lagi misi mereka berhasil, tapi diluar dugaan setelah itu Hannibal CS dijebak dan dihianati oleh tim Black Forrest yang dipimpin Pike (Brian Bloom), sementara orang yang menugaskan Hanibal CS, Jendral Morrison tewas.Akhirnya Hannibal, Face, Murdock, BA diseret ke mahkamah Militer dengan tuduhan menjalankan misi diluar perintah negara dan berkomplot dengan pike dan mereka dijebloskan ke penjara dan dipecat secara tidak hormat dari kemiliteran. Berkat bantuan seorang agen CIA Lynch mereka berhasil kabur dari penjara dan mulai kembali meyusun strategi untuk melakukan balas dendam dan yang terpenting mengembalikan nama baik dan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah
John Carnahan saya anggap berhasil membuat sebuah film bergenre Action Comedy yang sangat menghibur, dari awal sampai akhir dipenuhi dengan aksi laga yang gila dan diselingi humor-humor yang segar dengan plot cerita yang mengalir cukup baik. Karakter dari tokoh the A team berhasil dibangun dan diperankan oleh empat aktor tadi dan pas sesuai dengan aslinya. Tapi sayang kehadiran seorang wanita Charisa Sosa yang dimainkan Jessica Biel yang diharapkan bisa menghadirkan suasana lebih “seru dan Ceria” tidak nampak di film ini, Jessica Biel terlihat kurang seksi tidak seperti di film-film sebelumnya. Saya jamin anda bakal terbengong-bengong dengan aksi laga yang gila dan tertawa terkekeh-kekeh dengan humor yang segar. Sangat menghibur sebagai tontonan diakhir pekan.

Rating : 8/10

Read More..

Rabu, 02 Juni 2010

CITY OF GOD (2003) - Review

Rio De Janeiro merupakan salah satu kota tujuan wisata di dunia karena keindahan pantainya, tetapi keindahan alamnya tidak berbanding lurus dengan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Kehidupan dibawah garis kemiskinan memicu tingkat kriminalitas sangat tinggi. Kekerasan, perampokan, senjata, dan tentunya narkoba menjadi teman dan santapan mereka sehari-hari. Tidak mampunya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan ketidakmampuan aparat dalam menanggulangi kriminalitas menjadikan kriminalitas dengan mudah diregenarasi. Bak film koboi setiap orang dari anak usia belasan sampai dewasa kemana-mana menenteng senjata dan dengan mudahnya mereka menondongkan senjata kepada orang yang mereka tidak suka. Kondisi inilah yang menginsipirasi Sutradara asal Brazil Fernando Meirelles untuk mengangkat ke layar lebar dengan mengambil sebagian kecil kehidupan nyata dari para pelakunya di era 70-an yang diwakili oleh tiga karakter utama Rocket, Ze Dan Benny yang tinggal diwilayah Ghetto yang dikenal dengan nama City of God.

Dari awal sampai akhir film ini diceritakan lewat penuturan Rocket (Alexandre Rodrigues) seorang pemuda yang terobesesi untuk menjadi seorang Fotographer dan mungkin satu-satunya pemuda yang berasal dari wilayah City of God tidak terpengaruh aksi kriminal. Rocket adalah adik dari Naïve seorang gangster amatiran di era 60-an yang mati oleh anak buahnya sendiri. Cerita diawali disebuah pemukiman miskin tahun enampuluhan tumbuh sebuah gangster yang jadi legenda didaerah itu yang bernama Trio Mortes beranggotakan Hairy, Snatcher dan Naïve. Sebetulnya mereka adalah gangster amatiran tapi ini nantinya ini jadi cikal tumbuhnya gangster-gangster yang lain. Tahun tujupuluhan ada salah satu gangster yang cukup disegani dipimpin dua sahabat Ze an Benny. Dua orang yang mempunyai karakter berbeda, Ze sejak kecil mempunyai karakter yang kasar, jahat dan tidak segan-segan untuk membunuh sedangkan Beny lebih kalem dan lebih murah hati. Bisnis utama mereka tak lain bisnis narkoba. Anak-anak kecil dijadikan pengedar dan tak sedikit dari mereka jadi pemakai. Wilayah yang tidak tersentuh hukum menjadikan bisnis tumbuh subur dan sering diantara gangster terjadi rebutan wilayah yang berakhir dengan pertumpahan darah.

Di film ini unsur naratif dan sinematik dikemas sangat bagus, didalam Penuturan, Rocket memperkenalkan tokoh yang terlibat beserta karakternya, selain kedua tokoh utama tadi diatas tokoh-tokoh lain bukan hanya sekedar tempelan seperti Nend, Redhead, Blackie, Otto Kehadiran dan latar belakang mereka makin memperkuat alur cerita dan terkadang ditengah-tengah membuat kita terkaget-kaget dengan kahadiran mereka. Meskipun semua tokoh dimainkan oleh aktor-aktris lokal yang tidak seterkenal aktor-aktris Hollywood tetapi mereka bermain begitu natural dan meghayati perannya masing-masing.
Teknik penceritaan non linear dengan alur maju mundur tidak begitu kentara sehingga penonton bisa mengikuti alur cerita dengan seksama dan dibuat tidak serumit seperti karya Innaritu. Shoot-shoot kamera bergerak dengan dinamis mengikuti gerak dinamika tokoh-tokohnya dengan diiringi musik khas samba. City of God bisa dijadikan salah satu film favorit dan patut dikoleksi.

Rating : 9/10

Read More..

Selasa, 11 Mei 2010

21 GRAMS (2003) - Review

"How many lives do we live? How many times do we die? They say we all lose 21 grams... at the exact moment of our death. Everyone. "

Itu sebagian kalimat yang diucapkan Paul (Sean Penn) dalam kondisi koma di rumah sakit. Betulkah pada saat kita mati berat tubuh kita akan berkurang 21 gram?....entahlah. tapi yang jelas film ini tdak menceritakan bagaimana nyawa manusia itu beratnya bisa 21 gram tapi menceritakan kompleksitas kehidupan segelintir manusia biasa yang diwakili oleh tiga karakter yang berbeda yang nantinya akan mengalami satu keterkaitan. Paul Rivers (sean Penn) adalah seorang penderita gagal jantung dan jalan satu-satunya supaya dia tetap hidup harus dilakukan cangkok jantung. Suatu hari dewi fortuna menghampirinya, Paul mendapatkan donor jantung dari seorang pria yang mengalami kecelakaan mobil. Belakang diketahui pria itu adalah suami dari Christine Peck (Naomi Watts), Christine juga harus merelekan kepergiaan dua putrinya yang meninggal akibat kecelakaan yang sama. Merasa berhutang budi, Paul berusaha mendekati Christine untuk menujukan rasa simpati. Tapi christine selalu menampik kedatangan paul karena di saat itu kondisi Christine sedang terpuruk karena kehilangan suami dan kedua putrinya dan pelariannya ia menjadi pecandu obat terlarang. Paul terus berusaha dan akhrinya Christine luluh juga yang pada akhirnya diantara mereka tumbuh benih-benih cinta, padahal Paul sudah beristri yang sedang berusaha mempunyai anak melalui proses inseminasi.
Karakter lain adalah Jack Jordan (benicio del Toro) mantan pecandu alkohol yang hidupnya mengabdi sepenuhnya untuk agama, sampai suatu hari insiden yang menimpanya telah menggoyahkan keyakinan dan keimananya.

Dari sisi isi cerita tidak ada yang istimewa, tapi ditangan Alejandro Gonzales Inarritu dan skenario ditulis oleh Guillermo Arriaga film bertajuk 21 grams jadi terasa lain dan istimewa. Innaritu manawarkan cara bertutur yang tidak lazim dan tidak patuh pada pakem struktur cerita yang normal. Bagi penonton yang terbiasa dengan alur cerita yang mainstream akan dibuat pusing dan menyaksikannya perlu konsentrasi tinggi. Inarritu tidak begitu saja menyodorkan satu rangkain cerita yang utuh, tapi ia buat dalam suatu penggalan-penggalan cerita bagaikan puzzle dengan harapan penonton dengan pikiran imaginasinya dipaksa untuk merangkai sendiri puzzle dan menjadi suatu cerita yang utuh dan dimengerti.

Struktur cerita yang diacak-acak tidak akan menarik apabila tidak didukung oleh teknik editing yang cermat. Misal ada satu bagian ending cerita ditempatkan diawal yang tentunya ini akan menjadi spoiler tapi berkat pengeditan yang cermat film tetap menarik sampai akhir dan ternyata masih menyimpan satu bagian lain yang tidak akan pernah kita duga. Kadang yang membuat saya terbengong-bengong saat penampilan Benicio dengan rambut gondrong tiba-tiba pindah engan tampilan rambut pendek atau Sean penn tergolek lemah tak berdaya tiba-tiba pindah dan terlihat segar bugar.

Lebih dari itu cerita ditopang oleh kekuatan peran tiga aktor/aktris yang mumpuni. Aktor watak Sean Pean yang meraih oscar sebagai peran utama terbaik lewat film Mystic River (2003), Naomi Watts mendapat nominasi dan penghargaan di beberapa ajang penghargaan lewat film DR Mulholland, Benicio del toro peraih oscar sebagai peran pembantu terbaik lewat film traffic (2000). Dengan totalitas mereka berakting script cerita yang disodorkan makin kuat dan solid.

Memang untuk menyaksikan film ini perlu konsentrasi tinggi dan kesabaran dan buat saya ini mempunyai keasyikan tersendiri.

Rating : 8,3/10

Read More..

Sabtu, 08 Mei 2010

IP MAN 2 (Review)

Dibagian akhir film pertama diceritakan Ip man(Donnie Yen) beserta keluarganya berhasil melarikan diri dari desanya Fo shan Dari kejaran penjajah jepang. Disekuel kedua, berkat bantuan seorang teman Ip man bisa menetap di hongkong dan tinggal disebuah rumah yang sederhana. untuk menopang kehidupan ekonominya Ip Man mendirikan perguruan bela diri. Ternyata di hongkong mendirikan perguruan bela diri tidak semudah yang dia bayangkan. Ip man harus berhadapan dengan perguruan lain yang lebih dulu dikenal beraliran Hug Ga yang dipimpin oleh Master Hung (sammo Hung). Untuk bisa mendapatkan izin Ip man harus bertanding melawan satu persatu para ketua Perguruan. dengan mudah Ip Man mengalahkan mereka. tapi permasalahan tidak berhenti disitu, Ip Man harus berhadapan dengan musuh yang lebih berbahaya, Twister (Darren Shahlavi) seorang petinju yang sadis yang berasal dari Inggris.


Setelah sukses di film pertama, tak jarang menjadi suatu beban yang lumayan berat bagi sang sutradara untuk membuat sequelnya, tapi buat Wilson Yip sepertinya tahu betul bagaimana membuat film yang kedua tetap menarik. Di film pertama kadar drama dan action dibuat berimbang, animo penonton yang cendrung tertarik selain kepada sosok Ip man yang karismatik juga scene fighting yang artistik maka disekuel yang kedua kadar action dibuat lebih dominan. Dari sisi cerita yang ditulis Edmond Young baik itu yang pertama maupun yang kedua cukup sederhana dengan plot cerita yang sama soal balas dendam dan menggugah rasa nasionalisme, yang berbeda adalah tokoh antagonisnya


Penampilan aktor senior Sammo Hung menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta martial art era 80-90han, begitupula kehadiran aktor muda dan ganteng Xiaoming Huang menjadi magnet buat hawa untuk sudi menonton Ip man. Aktor Donnie Yen berhasil membangun karakter seorang master Wing Chun yang kharismatik. Sama hal dengan Jet lee yang berhasil membangun karakter Wong Fe Hung.


Sayang, di final Battle Ip man lawan Twister tidak menunjukan suatu pertandingan yang kurang “berimbang” dari sisi Artistik karena tinju di film ini lebih menunjukan kepada power daripada sisi Seninya, ditambah dengan seringnya pengambilan gambar secara close up membuat saya tidak bisa menikmati sepenuhnya trik-trik berkelahi, justru yang paling menarik perkelahiran Ip man dan master Hung. Di Ip man 2 Scene Fighting dibuat tensinya lebih cepat, berbeda dengan film terdahulu sedikit lambat. Ip man Akan lebih menarik apabila fighting yang ditampilkan sesama Martial Art.



Secara keseluruhan cukup memuaskan dan sebanding dengan film Sebelumnya. Review Ip man 1 klik disini

Rating 8/10

Read More..

Kamis, 06 Mei 2010

THE AMERICA Trailer

Baru-baru ini telah dirilis Trailer dari film terbaru yang dibintangi George Clooney dengan judul The America yang disutradarai oleh Anton Corbijn. Film yang bergenre drama thriller ini mengambil lokasi di Italia. Film yang berkisah tentang sepak terjang seorang pembunuhan bayaran bernama jack yang dimainkan oleh George Clooney. Cerita film ini ditulis oleh Rowan Joffe yang diadaptasi dari sebuah novel karya Martin Booth berjudul A very Private Gentleman yang diterbitkan tahun 2005. The American didukung pula oleh Bruce Altman, Thekla Reuten, Irina Bjorklund, Violante Placida Paolo Bonacelli. Hak perederannya dipegang oleh Perusahaan Focus Features dan dirilis tanggal 1 September 2010.

Berikut Sinopsis Resminya (dikutip dari Movies.ign.com):

Alone among assassins, Jack (played by Mr. Clooney) is a master craftsman. When a job in Sweden ends more harshly than expected for this American abroad, he vows to his contact Larry (Bruce Altman of this fall's Peter and Vandy) that his next assignment will be his last. Jack reports to the Italian countryside, where he holes up in a small town and relishes being away from death for a spell. The assignment, as specified by a Belgian woman, Mathilde (Thekla Reuten of Focus' award-winning In Bruges), is in the offing as a weapon is constructed. Surprising himself, Jack seeks out the friendship of local priest Father Benedetto (Italian screen and stage veteran Paolo Bonacelli) and pursues romance with local woman Clara (Italian leading lady Violante Placido). But by stepping out of the shadows, Jack may be tempting fate.

Berikut Foto-Foto saat pengambilan gambar & Trailer :






Read More..

Daftar Blog Teman

pump up your life

E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO