Kamis, 10 November 2011

THOR

Disaat prosesi pengangkatan Thor (Chris Hemsworth) menjadi raja oleh Odin (Anthony Hopkins) ayahnya, saat itu pula beberapa orang dari bangsa Giant Frost menyelusup berniat mencuri sebuah benda sumber kekuatan. Hal ini membuat murka Thor, tanpa sepengetahuan ayahnya, thor dan Loki, Adiknya beserta teman-temanya meyerang dan memporak-pondakan Jotunheim tempat bangsa Giant Grost bermukim. Sekembalinya Odin Marah, rupanya Thor yang mempunyai sifat egois, arogan dan sombong tidak terima. Akhirnya Odin mengurungkan niat mengangkat Thor jadi raja dan melucuti segala kekuatan sakti mandraguna dan dibuang kebumi. Di bumi thor ditemukan ilmuan cantik bernam Jane (Natalie Portman).

Di sisi lain sang adik Loki (Tom Hiddleston) yang semenjak kecil memendam cemburu dan iri berniat menguasai tahta kerajaan. Kegalauan Loki memuncak tatkala baru menyadari bahwa dia adalah keturunan dari bangsa Giant frost yang diangkat anak oleh Odin. 

Film yang diangkat dari sebuah komik Marvel tahun 1966 oleh Paramount dan Marvel Studio dihadirkan sebagai sebuah bagian dari parade superhero bersama Iron Man, Captain America dan Hulk yang nantinya akan bergabung dalam sebuah film yang merupakan proyek ambisius marvel Studios bertajuk Avengers yang rencananya dirilis tahun 2012. 

Ekspektasi saya akan film ini tidak berlebihan selain Thor adalah superhero yang tidak begitu popular film ini dibuat oleh sutradara yang tidak begitu terkenal, Kenneth Branagh. Karyanya jauh dari nuansa penuh hingar bingar dan special effect yang dashyat. Karya yang cukup dikenal adalah film-film yang didaptasi dari karya William Shakespeare, seperti Henrry V (1989) dan Hamlet (1996) itupun dianggap beberapa kalangan dinilai biasa-biasa saja. Setelah menonton hasilnya diluar dugaan Kenneth berhasil mematahkan keragu-raguan saya akan film ini. Kenneth berhasil menggabungkan sebuah cerita mitologi kuno dengan kisah modern. Alur cerita dibangun cukup sederhana dan ringan. Pembentukan jatidiri seorang thor dari seorang anak dewa yang nantinya jadi seorang superhero pembela umat manusia dibumi cukup baik. Agak berbeda dengan superhero lainnya, Thor bukanlah tentang pertempuran antara si baik dan si jahat tapi lebih kepada pencarian jatidiri dan perselisihan, kecemburuan antara dua kakak beradik. 

Salut buat departemen artistik yang berhasil membuat sebuah Settingan dunia kayangan asgard dibangun terlihat megah, futuristik tanpa meninggalkan ciri khas sebagai sebuah kerajaan yang berasal mitologi kuno. Visual effect dan adegan penghancuran New Mexico oleh robot penjaga terlihat tidak begitu berlebihan tapi setidaknya bisa memanjakan mata penonton. Tapi sayang adegan perkelahian antara bangsa Giant Frost dan Thor, maupun perkelahian Thor dan loki terlihat kurang jelas. Sepertinya Eksplorasi koreografinya kurang optimal. 

Fisik yang tinggi besar dari Aktor yang tidak begitu dikenal sebelumnya (Chris Hemsworth) sangat pas menjadi sosok Thor, Aktor kawakan Antony Hopkins sudah tidak diragukan lagi kemampuannya sebagai seorang raja yang berwibawa. Sementara aktris yang terpilih sebagai aktris terbaik di piala oscar beberapa waktu yang lalu lewat Black Swan, Natalie Portman malah terbilang biasa-biasa saja, tapi kehadirannya cukup pembawa film ini lebih manis. Lumayan mecuri perhatian adalah penampilan dari Tom Hiddleston sebagai Loki karakter yang misterius, kelam, pribadi yang penuh tragedy, penuh dendam dibawakan sangat baik, tapi sayang di Thor ini belum tergali sepenuhnya. Maka tak heran Marvel Studio akan menghadirkan kembali sosok Loki di Avenger siapa tahu porsinya akan lebih banyak lagi. 

Mungkin ini sebagai sebuah syarat, tak lupa Kenneth memasukan elemen-elemen yang menjadi clue bahwa film ini punya satu keterkaitan dengan film superhero lainnya seperti kehadiran Jeremy renner sebagai cameo yang nantinya akan menjadi Hawkeye atau terlemparnya tameng milik salah satu teman Thor sewaktu melawan robot penjaga yang nantinya menjadi tamengnya captain America. Kenneth berhasil memberikan “tongkat estapet” kepada Joss Whedon dengan baik untuk menuju sebuah film blockbuster yang sangat dinantikan di tahun 2012. 

Read More..

Senin, 07 November 2011

LINE UP & SYNOPSIS INAFFF 2011

Para penggemar film akan kembali merayakan pesta euphoria untuk menikmati pagelaran film-film dari genre fantastic (horror, thriller, sci-fi dan fantasi) terbaik yang akan memompa adrenalin dan ketegangan di INAFFF 2011 (Indonesia International Fantastic Film Festival). Sebagai satu-satunya festival film dengan genre fantastic di Asia Tenggara, INAFFF selalu akan menampilkan suasana dan semangat yang sama dari pertama kali diadakan di tahun 2007. Ini adalah festival film yang diadakan oleh sekumpulan maniak pecinta film genre fantastic dan dipersembahkan untuk sesame pecinta film. Membebaskan diri untuk menikmati festival ini sama seperti menghabiskan kalori yang bermanfaat untuk jantung manusia, semakin banyak adrenalin yang dipompa dan lahir melalui teriakan, semakin tercipta suasana seru yang khas dari semua penonton. Selama lima tahun berturut-turut, LA Lights sebagai sponsor utama telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan film festival ini di Indonesia. Di tahun yang kelima, INAFFF akan menjadi tempat pertama kali ditayangkannya film Indonesia yang banyak mendapat kritik positif dari dunia film Internasional, THE RAID arahan Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Film ini mendapat kesempatan untuk menjadi film pembuka di segmen Midnight Madness, Toronto Film Festival, bulan September 2011 dan mendapat penghargaan “People’s Choice Award” serta sudah dibeli hak distribusinya di Amerika oleh Sony Pictures. Film yang menjadi kebanggaan seluruh pecinta film Indonesia, The Raid, akan menjadi film penutup INAFFF 2011 pada tanggal 20 November 2011. Sedangkan, film blockbuster IMMORTALS akan ditayangkan sebagai Opening Film, berbarengan dengan tanggal edar di Amerika dan seluruh dunia yaitu 11-11-11. Letupan-letupan emosi haus akan ketegangan para pecinta INAFFF akan segera dipuaskan dalam waktu sepuluh hari saat festival dilaksanakan mulai tanggal 11 – 20 November 2011 di blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta dan tiga hari pada tanggal 25-27 November 2011 di blitzmegaplex Paris Van Java, Bandung. Berikut Upline dan Synopsis film-film yang akan hadir di INAFFF 2011 (klik judul): 1. ABSENTIA 2. ANGELS AIRWAVES PRESENTS LOVE 3. ATHENA : THE MOVIE 4. ATROCIOUS 5. BELL FLOWER 6. CARJACKED 7. CLAYPOT CURRY KILLERS 8. DARK SOULS ( MORKE SJELER ) 9. EFFECT ( FISFIC ) 10. FISFiC 6 Volume 1 Short Films Omnibus 11. FRIDAY KILLER 12. HAUNTERS 13. HOBO WITH A SHOTGUN 14. IMMORTALS 15. KILL LIST 16. LIVID 17. LOFT 18. MARIANNE 19. MEALTIME (FISFIC) 20. PRIEST OF EVIL ( HARJUNPAA JA PAHAN PAPPI ) 21. RABIES (KALEVET) 22. RENGASDENGKLOK (FISFIC) 23. RETREAT 24. RUMAH BABI (FISFIC) 25. SAINT (SINT) 26 SALVAGE 27. SATURDAY KILLER 28. SENNENTUNTSCHI 29. SHADOW 30. SUPER 31. SURPRISE MOVIE* 32. TAKSI (FISFIC) 33. TERRITORIES 34. THE CAT 35 THE DISSAPEAREDTHE INCIDENT 37. THE INCITE MILL 38. THE MONK (LE MOINE) 39. THE PERFECT HOUSE 40. THE RAID/SERBUAN MAUT

Read More..

Kamis, 03 November 2011

REAL STEEL

Untuk urusan special effect Hollywood memang tidak perlu diragukan lagi. Dengan perangkat perfilman yang serba canggih sangat memungkinkan mengaktualisasi isi pikiran seorang moviemaker kedalam medium pita seluloid atau format digital yang menghadirkan sebuah sajian yang bisa memanjakan mata dan telinga penonton, tapi terkadang karena keasyikan sang moviemaker persoalan pengarapan dan pengemasan sebuah ide cerita dan alurnya suka terabaikan, begitupun dengan akting para pemerannya. Contoh kasusTrilogy transformers, film yang sebagain besar penampilkan teknologi canggih tapi satu sisi film ini terlihat sangat membosankan, tanpa cerita yang berbobot. Seakan menunjukan ketidakpuasan sang produser Steven Spielberg menggarap para robot akhirnya dia meminta sutradara spesialis komedi Shawn Levy untuk membuat film robot yang tidak sekedar jor-joran akan tetapi lebih humanis dengan cerita lebih berbobot. 

Kisahnya sendiri berseting 9 tahun kedepan tepatnya tahun 2020 tentang Charlie Kenton (Hugh Jackman) mantan petinju yang masa lalunya dipenuhi kegagalan mencoba berprofesi sebagai “dalang” dalam menggerakan robotnya bertarung diatas ring tinju. Awalnya untuk menjalani profesi baru ini bagi Charlie tidak mudah karena dihadapkan pada permasalahan finansial. Hutangnya semakin banyak seiring dengan makin sering robotnya kalah. Tiba-tiba kehidupan Charlie berubah tatkala bertemu dengan anaknya Max Kenton (Dakota Goyo) hasil hubungan dengan mantan kekasihnya yang baru saja meninggal dunia. Charlie mempunyai kesempatan hak asuh tapi dia lebih memilih “menjual” kepada kakak mendiang kekasihnya dan Kesepakatan pun terjadi. Untuk sementara waktu Max dititipkan kepada Charlie selama orang tua asuhnya berliburan ke Italia. Uang dari hasil “jual” Max oleh Charlie dibelikan robot bekas asal jepang dinamakan noisy Boy. Inilah awal petualangan Charlie dan Max dari satu arena ke arena yang diakhiri dengan kekalahan, sampai suatu hari Max menemukan robot yang cocok yang ukurannya lebih kecil yang, biasa dipakai untuk sparing partner, tahan pukulan robot ini dinamai Atom. 

Interaksi ayah dan anak yang tidak pernah bertemu sebelumnya selama 11 tahun berjalan tidak mulus, sama-sama keras, asing satu sama lain walaupun keduanya mempunyai minat yang hampir sama terhadap robot. Max yang memang sedari kecil hobby main game buat dia ini kesempatan menyalurkan hobbynya sementara Charlie bertujuan mengumpulkan uang sebanyak mungkin. 

Diadaptasi dari sebuah cerpen berjudul "Steel" karya Richard Matherson mempunyai alur cerita yang sederhana. Interaksi dan konflik antar ayah dan anak menjadikan film yang bergenre drama sci fi menjadi lebih berbobot. akting aktor cilik Dakota Goyo patut diacungi jempol bisa mengimbangi akting seniornya Hugh Jackman. Porsi drama yang lumayan dominan terasa tidak membosankan karena bisa diimbangi aksi spektakuler robot yang terlihat begitu nyata. Robot bergerak tidak kaku layaknya petinju biasa hal ini berkat bantuan petinju Sugar Ray Leonard sebagai koreografer dan robot tersebut digerakan secara animatronik bukan CGI, dari 19 robot yang muncul 4 diantara dibuat sungguhan (Zeus, Metro, Noisy Boy dan Atom). Walaupun hanya sebagai produser sentuhan Spielberg terlihat jelas dari Casting yang selalu memakai anak kecil sebagai tokoh utama. Ending cerita yang tidak terlalu dipaksakan, indah dan menyentuh menjadikan Real Steel sebagai sebuah film yang sangat menghibur dan berbobot.

Read More..

Senin, 24 Oktober 2011

GRAN TORINO

Pertama melihat salah satu desain poster film ini yang terbayang dalam pikiran saya “ oh yes Dirty Harry is back…” dengan menggenggam sebuah senjata laras panjang dengan latar belakang sebuah mobil sport, tampilan fisik terlihat tidak terlalu tua padahal secara usia Clint sudah masuk kepala delapan. Clint bakal melawan dan menghabisi para penjahat seperti di film-film sebelumnya, bakal banyak adegan baku hantam dan tembak-tembakan. Ternyata isinya berbeda jauh walaupun premis hampir mirip, menegakan keadilan dan balas dendam dengan kadar yang berbeda, unsur dramanya yang sangat kuat.

Walt Kowalski (Clint Eastwood) adalah seorang veteran perang korea menghabiskan sisa hidupnya seorang diri di wilayah Detroit Higlandpark Michigan disuatu wilayah yang banyak dihuni kaum urban multiras. Kehidupannya yang dihantui masa lalu, hubungan yang buruk dengan anak serta cucu-cucunya dan diperparah semenjak istrinya meninggal menjadikan Walt menjadi seorang yang anti sosial, egois dan arogan.

Walt bertetangga dengan keluarga imigran asal asia yang disebut juga kaum hymmong (imigran asal cina, vietnam, atau korea) awalnya hubungan bertetangga mereka cendrung individualis sampai suatu ketika walt melihat anak perempuan tetangganya bernama Sue (Ahney Her) diganggu oleh sekelompok berandalan. sebagai seorang veteran perang rasa patriotik walt tergugah untuk membantu anak gadis tersebut. Puncaknya ketika adik lelaki Sue, Thao (Bee Vang) mencoba mencuri mobil Walt Gran Torino, Justru ini awal persahabatan Mereka. Sebagai rasa terima kasih dan penyesalan keluarga Hymmong mengundang Walt Makan. Walt mulai mengenal kebiasaan atau tradisi keluarga Hymmong salah satu contohnya saat Walt memegang kepala seorang anak membuat keluarga ini tidak nyaman karena dalam tradisi mereka kepala adalah jiwa jadi pantang untuk memegang kepala. Hubungan semakin dekat, memahami kondisi masing-masing dan Walt sudah menganggap mereka bagian dari keluarga sampai suatu kejadian tak teduga menimpa mereka.

Buat sebagian penonton mungkin film yang dirilis tahun 2008 yang diproduseri sekaligus disutradarai Clint Eastwood ini sulit untuk dinikmati, bagaimana tidak? Alur yang berjalan lambat tanpa ada letupan-letupan yang berarti ditambah minim scoring cendrung membosankan. akan tetapi buat saya film ini mempunyai tema yang kuat, alur berjalan lambat perlahan tapi pasti, Skenario yang ditulis Nick Schenk dan Dave Johannson mempunyai dialog-dialog yang natural yang kadang membuat kita tersenyum simpul, kekuatan akting Clint Eastwood yang tidak diragukan lagi walaupun akting dari lawan-lawan mainnya terasa biasa. selain itu yang menarik bagaimana mereka membangun suatu hubungan secara alami lengkap dengan konfliknya yang biasa terjadi di masyarakat multietnis.



Read More..

Rabu, 19 Oktober 2011

SUPER 8

Super 8 merupakan salah satu film yang sangat dinanti para pecinta film di tahun 2011, bagaimana tidak proyek ini digarap oleh 2 sineas cerdas dan handal cukup menjanjikan. siapa yang tidak kenal Steven Spielberg salah satu maestro perfilman dunia yang selalu sukses dengan film-filmnya dan berhasil menciptakan karakter ikonic seperti indiana jones, ET, Jaws, Jurrasic Park, disini spielberg duduk sebagai produser Sementara filmnya sendiri diarahkan oleh sutradara muda JJ Abrams yang sukses menggarap Star Trek dan film seri Alias, Lost. Project yang dikerjakan secara rahasia, minim informasi, teaser yang dilis “seadanya” semakin menuai kepanasaran dan tentunya menjadikan ekspektasi pecinta film melambung.

Spielberg yang selalu punya hasrat yang tinggi terhadap mahluk luar angkasa/aliens dalam film-filmnya divisualisasikan seperti formulasi film yang terdahulu Close Encounters of the Third Kind (1977) baik plot, tokoh, karakter dan ending yang sudah jadi trademark Spielberg. Oleh JJ abrams cerita yang bisa dibilang usang diolah sedemikian rupa dan mencoba mengulang sukses film yang diproduserinya Cloverfield (2008) lewat karakter sang aliens dan strategi marketing. Sepertinya mereka berharap perpaduan ini menjadi film menarik. Tapi perlu dicatat perpaduan dua atau beberapa unsur yang semuanya baik belum tentu menghasilkan sesuatu yang bagus.

Film yang bersetting tahun 1979 di wilayah Lilian, Ohio adalah sekelompok remaja yang menjadi karakter utama di film ini sedang mengerjakan sebuah film tentang zombie dimana mereka memakai kamera tipe super 8 yang dijadikan judul film ini. Disaat pengambilan gambar tiba-tiba muncul kereta api yang tanpa diduga mengalami kecelakaan. Belakangan diketahui kereta tersebut milik militer dimana salah satu gerbongnya membawa aliens.

Kalau dikatakan film bergenre thriller sci fi tidak sepenuhnya benar karena unsur drama cukup mendominasi sepanjang film ini. Setengah jam di awal kita diperkenalkan dengan beberapa karakter dengan baik. Tokoh sentralnya Joe Lamb (Joel Courtney) seorang anak dari deputy sheriff yang baru ditinggal meninggal ibunya dan bertemen dekat atau boleh dikatakan cinta monyet dengan alice Dainard (Elle Fanning) sementara kedua orang tuanya berselisih paham. Di project film amatiran Joel dapat kebagian tugas sebagai seorang spesial effect & make up sementera Alice sebagai aktrisnya.

Jujur, buat saya sesi yang paling menarik saat anak-anak itu menggarap sebuah film. Diceritakan Walaupun mereka masih anak-anak tapi mereka tahu persis bagaimana prosedur membuat sebuah film, dibuat oleh amatiran tapi dikerjakan seperti seorang profesional. Interaksi dan konflik diantara mereka dibangun dengan baik. Justru Menurut saya ini jauh lebih menarik dibandingkan dengan kemunculan sang alien.

Aksi perseturuan manusia dan aliens terlihat hanya sebagai alat untuk memanjakan mata penonton dan mempertunjukan kecanggihan visual effect yang sudah menjadi ciri khas film-film hollywood.


Read More..

Jumat, 14 Oktober 2011

WARRIOR

Paddy Conlon (nick Nolte) mantan pelatih gulat mempunyai 2 anak lelaki Tommy Conlon (Tom Hardy) dan Brendan Conlon (Joel Edgerton), satu sama lain tidak akur semenjak kepergian sang ibu. Tommy setelah desersi dari tugas kemiliteran mengalami krisis identitas kembali kepada Paddy dan memintanya menjadi pelatih tarung bebas sementara sang kakak Brendan mengalami krisis keuangan, profesinya sebagai seorang guru gajinya tidak cukup membiayai keluarganya terutama untuk pengobatan anaknya yang sedang sakit jantung. Kondisi ini yang memaksa Brendan ikut turnamen tarung bebas disebuah area parkir club erotis dan berujung brendan diskors dari tempat ia mengajar. Dan mereka dipertemukan dalam kompetisi International Mix Martial Arts bernama Sparta. Who’s the winner?

Tidak ada hal yang baru dengan film ini, formula yang umum disajikan sebagai sebuah film dengan tema olahraga yang dipadukan unsur drama dengan konflik bathin dari para pemerannya. Tapi oleh sang sutradara Gavin O Connor “Warrior” menjadi terasa berbeda. Adegan kekerasan dalam mix martial arts dan kisah drama yang memilukan dan sentimentil dibuat berimbang. Tapi sayang koreografi mix martial arts terasa digarap kurang optimal.

Dalam arena mereka adalah lelaki yang kuat, tangguh, sadis dan tidak ada ampun dalam mengalahkan lawan-lawannya. Tapi diluar itu mereka tidak mampu “mengalahkan” perasaan hati dalam meredam konflik keluarga

RATING


Read More..

Selasa, 02 Agustus 2011

THE DARK KNIGHT RISES PICS

Berikut beberapa foto dari Behind the scene The Dark Knight Rises yang rencananya dirilis summer 2012. Nampak Marion Cotillard (Miranda tate), Christian Bale (Batman) dan Tom Hardy (Bane)dan tentunya tunggangan Batman yang super keren Batmobile dan Batpod yang dirilis hari minggu kemarin




















Read More..

Daftar Blog Teman

pump up your life

E2P © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO